Arsip Bulanan: Maret 2011

kisah hari ini

Aku tak akan pernah sadar sebelumnya jika hidup yang akan dilalui akan begitu rupa. saat aku mendengar kisah ini pandangannku menjadi berubah. Setidaknya aku tak akan merasa telah melakukan hal dengan  selalu benar . Karena kebenaran yang hakiki tak akan pernah dari diri seorang manusia yang notabenenya memang tempat salah dan khilaf. Sebelumnya aku tak pernah mendengar orang yang sangat begitu takut dosa dan apalah aku tak bisa melukiskannya. Ketika hanya satu permen yang yang belum habis dikulum dia simpan kembali di dalam kertas hanya ingin menghargai orang yang sangat di hargainya yang akan dijumpainya. Mungkin kata-kata disimpan lagi kan menimbulkan konotasi yang lain ketika mendengarnya. Tapi coba dengar apa kelanjutan kisah ini. mengapa dia menyimpan permen yang jelas-jelas telah dikulum?… dia bertanya pada temannya : ” berapa harga permennya laras?”. temannya menyarankan agar membuang permen itu saja. Tapi apa yang jawabnya ” sayang, mubazir”. pernahkah kita menemukan seseorang yang sangat polos dan sangat santun sepertinya. Aku sendiri belum pernah berpikir demikian, mungkin hinggap di imajinasiku saja tidak pernah. Harga permen yang hanya 200 perak itu dia tak ingin membuangnya kita jangan berpikir kalau hidupnya pelit ataupun medit. Pikirannya bukan itu. Dia tak ingin menjadi orang yang menyia-nyiakan apa yang telah di beri oleh Allah SWT    (mubazir…). Ya Allah Betapa Kami telah kufur atas nikmat yang telah kau curahkan . Tak sadar kami telah menjadi teman-teman syetan yang terkutuk. Berapa banyak nikmat yang telah kami sia-siakan.

Ingin tahu bagaimana kisah seorang yang telah membuka pandangan tentang kehidupan bagiku khususnya…akan aku lanjutkan nanti… bagi seseorang itu semoga cepat lekas sembuh dan meraih indahnya mentari kehidupan yang kini sedang redup. Semangat … bangkit dan buktikan bahwa dirimu ada di dunia ini bukan untuk pesimis. Tapi untuk menjadi seseorang yang selalu bersemangat. kalahkan sakit yang telah merenggut kepercayaan hidupmu. Dalam hati terdalam kau telah menjadi inspirasiku.

Aku mulai ceritaku kembali. Dia mengidap Leukimia, penyakit yang mengharuskannya banyak melakukan kemoterapi, mengharuskannya istirahat yang cukup lama. Hal ini terjadi ketika Dia harus mempersiapkan dirinya menghadapi tugas akhirnya. SKRIPSI!. Dia yang terkenal paling pandai di angkatannya, pemilik IP tertinggi, pembaca buku yang rajin. Tiba-tiba hilang, hilang tanpa diketahui siapapun. Dia yang pendiam , sendiri, menantang takdir hidup yang sangat pelik.

Ketika dia telah berusaha untuk bangkit dari penyakitnya . Cobaan menghadang kembali, (aku tak tahu kata-kata apa yag harus ku pakai untuk menceritakan ini cobaan atau ujian atau apalah…) Dia dengan susah payah mengumpulkan serpihan-serpihan tenaga yang telah lama menghilang. Di kampus dia harus berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa dia hampir lewat dari waktu kuliah , Dia Terancam DO…  Seminar hasil penelitian yang sangat membuatnya tertekan, beban mental kepada keluarga yang mengharapkannya, waktu DO yang makin menghantui…. Dia mulai terpuruk, tak percaya diri, merasa sangat bersalah. Namun apa daya Dia yang pendiam, hanya mampu menyimpannya dalam hati. Dan setelah kondisi fisiknya melemah, kini kepercayaan dirinya down. Dia selalu merasa bersalah berlebuhan, merasa di hantui oleh kesalahan itu, tak percaya diri. Miris bagi teman yang menyanyanginya, Dia yang pendiam jiwanya kini terancam, jasad dan jiwanya kini bertaruh pada waktu tuk meraih kesehatan jasmani dan rohani.

Semoga Allah memberikan terbaik bagi hidupnya . Orang yang penuh dengan perjuangan pahit tuk menuntut ilmu, perjuangan tuk melawan penyakitnya, mempertaruhkan jiwa dan raganya. Janji Allah itu pasti, Dia orang yang baik, Tak kan pernah Allah menyia-nyiakannya. Allah punya skenario khusus baginya.

Biarlah orang berkata  bahwa kau orang yang kalah. Tapi bagiku kau Kalah terhormat. Cobaan yang Kau hadapi menjadi sebuah pelajaran bagiku bagaimana kerasnya hidup,  Dan sesungguhnya Dia tak pernah kalah karena waktu akan menjawabnya.