Arsip Bulanan: November 2012

Saat ini bulan November, bulan dimana aku berharap mimpiku menjadi kenyataan.. Mimpi untuk mentadaburi alam yang jauh disana. Masih ada harap di hati ini untuk dapat menerima kenyataan aku dapat menjalankan harapanku. tapi bukan berarti aku tak akan bermimpi lagi… mimpi-mimpiku lebih banyak lagi berbaris dalam memori untuk segera aku proses dalam otakku. melalui usaha-doa-doaku… meskipun untuk itu aku harus mengupgrade antivirusku . Harapan dan mimpi itu adalah nyawa bagi jiwaku. bagaikan bahan bakar yang memau semangat untuk aku terus bergerak indah melalui kehidupannku. Menuliskan kebaikan di muka bumi ini dan tentunya berusaha untuk meminimalisisr kemungkaran yang ada. Muka bumi yang aku maksud disini adalah aku sebagai individu sebagai hamba Allah.
Aku berlari dalam rinai hujan saat itu, tapi bukan hanya untuk sampai cepat ke tempat berteduh… tapi aku ingin menyapa angin , rintik hujan dan haru rumput basah saat itu. suatu kondisi tak akan menjadi hal buruk seutuhnya. Aku suka menjadi diriku sendiri saat itu. aku tak perlu dengarkan siapapun, dan aku bebas saat itu.
Aku menjadi manusia merdeka saat hatiku tak banyak tingkah melonjak-lonjak mengatakan bahwa ada tanda alarm tak jelas disana. dan aku sadar hatiku hanya Lunak saat Allah menyentuhnya. inilah aku yang merdeka dan bebas yang bersama Allah aku akan jadi aku. Aku tahu mimpi dan harapanku Allahlah yang akan memilih… sekarang aku hanya harus rajin mengupgrade anti virus serta men scannya secara teratur agar virus-virus yang melunturkan mimpi dan harapanku terdelete.
Manis memang kala hati tenang, merdeka, dan luas. sehingga rasa-rasanya bernapas sepanjang-panjangnya itu membuat paru-paru langsung sejuk seperti menyeruput es krim termahal di dunia. sejenak ingin berpuisi ria, dan langsung teringat Pak Taufik Ismil yang suatu ketika lalu aku temui.
judulnya…
Denting Melodi Hati
cerita ini bukan untuk dia bengkak
tapi cerita ini untuk dia bersyukur
malam ini semua senyum sudah tersedia sebanyak jarak Ka’bah ke Merak
Lucu memang
amunisi senyum ini sebanyak itu, mengapa pula Merak pusatnya.
disana bangsa Nipon masa lalu mendarat
sejarah dimana dia saksinya.
dia dari para dia – dia yang lalu.
sebuah sejarah telah membuat dia berkaca
dimana bagaimana perjalanan itu hingga ke Tunisia
dialah yang merasa.
kini dia dengan harap di pulau utara
kini dia dengan harap di ujung Kulon sana
Kini dia yang ada di samping sang legenda
kini yang dia senyum dengan bahagia di sekitarnya
Dan bahagia bertandang di tempat agung di permukaan bumi ini
dia yang kokoh berjuang dan yakin penuh doa yang mengalir sepanjang jalan
dari para dia-dia yang sayang
dunia yang kecil baginya karena
dia akan dengan mudah menjelajah jauh
bersama Dia yang Maha Agung
sayang Dia tak Terkira…
dia dengan rendah bersujud…
syukur dan ucapan terimakasih
dia pada Dia
terakhir dia tak ingin ada virus mengganggu
inilah sebuah Denting Melodi Hati

syukur terbesar adalah saat apa yang terjadi adalah satu tujuan, angka satu diawal deretan angka nol itu lebih berharga dibandingkan angka nol yang berjuta-juta panjangmya.
terimakasih untuk para guru kehidupanku. sang murobbiku…
dengan jujur aku katakan aku masih lebih parah dari seorang yang mengulum air dalam mulut kemudian berubah menjadi darah. hatiku masih sangat rimbun alang-alang dan sejenis gulma yang membuat aku selalu membanding-bandingkan hal yang tak perlu aku banding-bandingkan. Allah mohom bimbingan-Mu. We love You forever, may You help me Always…
cat belajar nulis… senja 20 November…

Iklan