Arsip Bulanan: Februari 2013

Sebuah Asa

img_0134.jpg

Saat kita memaknai kehidupan yang kita jalani tak ada yang yang dapat menggurui kita, karena yang memahami kita adalah kita sendiri. Tapi bukan berarti kita sendiri yang menentukan segalanya. Banyak yang hal yang tanpa kita sadari dan terkadang kita sadari kita mengambil nilai dari apa yang kita dapati dalam kehidupan kita. Dan tanpa sadar kita sendirilah yang akan memahami apa yang lebih dan kurang kita, bahkan hati kita akan memberi tahu kita bahwa kita salah ataupun benar.

Aku belajar dari waktu dan tempat yang aku singgahi. Aku temukan hal-hal yang baru yang merubah sedikit atau menambah apa yang aku punya. Terkadang apa yang berubah dalam hidupkan akan membunyikan alarm-alarm dalam hatiku. Aku sadari aku punya kelemahan yang aku sendiri merasa sedih dengan kenyataan ini. Hanya saja aku belum temukan sebongkah kekuatan untuk melawan kelemahan-kelemahan yang aku kantongi dalam kantong kehidupanku. Aku sendiri terkadang banyak memaklumi apa yang aku buat yang pada dasarnya hanya kesalahan.

Mungkin kata-kata yang tertulis di dinding ini sebuah kesalahan kolot abad ini. Kata-kata yang tak membuat manfaat apapun. Aku hanya berusaha  terus berjalan mencari cahaya, dan aku berharap hatiku akan selalu peka untuk mengikuti kata-kata kebenaran  yang bersumber dari Maha Pencipta.

Iklan

SAAT KATA PESIMIS MAMPIR DI HATI

PESIMIS. Aku tak pernah tau kalau akhirnya aku bisa juga mendengar selingan kata pesimis dalam hatiku. Aku sadar sekarang kalau aku memiliki kekurangan dan orang lain punya kelebihan. Sayangnya aku tak tahu kini apa kelebihanku. Ironis memang… Aku sendiri tak mengenali siapa aku sebenarnya?. Ingin rasanya aku menangis tapi buat apa karena tangisku tak akan pernah mengubah apapun. 

Sekian waktu bertanya-tanya mengapa ini? mengapa jadi begini? aku putuskan bahwa aku memang pantas mendapatkan ini semua. Hal ini bukan rekayasa karena yang aku pahami satu ” apapun yang kau berikan pada Allah itulah yang akan Allah berikan padamu”. Dan dengan jujur aku menyesal telah menghilangkan kesempatan untuk berbuat baik pada Allah di waktuku yang lalu. Aku sibuk tak menentu yang ujung-ujungnya hanya buat kepalaku sakit dan serasa badanku kaku-kaku. Apalagi terdefisitnya semangat dalam diri yang diakibatkan dari banyak hal sepele yang menyita waktu berpikirku. Aku memang RUGI…. lalu saat ini aku hanya bisa menahan semua dan tak ingin memikirkan apapun dari kejadian ini, sudah ditutup. Sekarang isi semangat lagi tapi belum tahu dimana bensin semangatku. Oh Tuhan udah RUGI kini aku kehilangan kompas penunjuk arah. Tapi sudahlah saat ini aku ingin menulis tentang apa yang aku ingin tulis. 

Sesaat mungkin hal yang aku lakukan adalah menggalau ria. Tapi bukan itu yang aku niatkan, aku ingin menulis untuk mengeluarkan ribuan kata yang bertumpuk dimemoriku yang membuatku harus cepat-cepat me-restore ulang kemudian me-refresh semua file agar aku tak lagi terlalu melihat spion dan yakin menatap jalan panjang dihadapanku, Hal ini yang nantinya akan membuat pikiranku lebih longgar dan akhirnya akan bisa aku isi dengan hal yang baru yang akan bisa memberi sentuhan baru dalam kehidupanku.

Ayat ini sebagai penghiburku saat ini:

Allah Ta’ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al Hadid: 22-23)

 Saat ini mungkin Allah sedang mengajariku untuk mengenalnya. Meskipun saat ini aku tak begitu paham apa yang sebenarnya Allah siapkan untukku. Aku masih meraba dan dalam remang ini aku masih harus tetap fokus menatap secercah cahaya di ujung sana. 

Aku harap tulisanku bukanlah tulisan yang dapat membuat pembaca menjadi seorang pesimis atau berpikir negatif tentang Allah. Tulisan ini aku persembahkan untuk semua pembaca yang ingin bangkit dari penjara pikiran yang dapat merenggut banyak kesempatan emas yang ada di masa yang akan datang. dan mungkin pesanku “tak ada satupun posisi yang aman dalam artian kehidupan yang nyata-nyata my self, karena hidup adalah apa yang telah dan harus diusahakan, tanpa ada hambatan dan kekurangan kita tak akan pernah sempurna”. Selalu jaga sikap dihadapan Allah, selalu lakukan yang terbaik  untuk Allah, selalu berhusnudzon…. Insyaallah apapu kondisi kita dalam hati kita akan merasa aman, Karena Allah ada untuk kita. 

Semoga tulisanku tidak mengandung makna yang ambigu atau bahkan yang kontradiktif. Jika pun ada yang beranggapan sebagai makhluk penuh khilaf aku mohon pemakluman. Terimakasih telah menjadi pembaca yang baik hingga akhir tulisan ini. Salam Bangkit Penuh Semangat….:)