Arsip Bulanan: Mei 2013

Belum Makan Jika Belum Makan Nasi

Ada sebuah asumsi bahwa “jika belum makan nasi maka itu belum dinamakan makan” Sebuah asumsi dari kebanyakan masyarakat Indonesia yang setiap harinya telah terbiasa mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Asumsi ini menunjukkan betapa masyarakat Indonesia sangat tergantung pada nasi dibandingkan dengan bahan makanan lain yang sama-sama mengandung karbohidrat seperti singkong, jagung, sagu dan umbi-umbian. Nasi dianggap sebagai makanan satu-satunya yang dapat mengeyangkan perut.

Nasi dalam bahasa jawa disebut dengan istilah “sego” dan dalam bahasa Sunda disebut dengan istilah “sangu” setelah dianalisis istilah “sego” dan “sangu” ini memiliki kemiripan dengan istilah sagu. Hal ini dapat merujuk bahwasannya sagu merupakan makanan asli masyarakat Indonesia. Sagu merupakan bahan makanan yang diambil dari sari pati tanaman. Sedangkan padi sendiri merupakan tanaman yang diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan pola hidup masyarakat ternyata juga mempengaruhi pilihan bahan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Dan menurut Ir. Dr. Bambang Hariyadi, P.hD seorang dosen sekaligus peneliti di Universitas Jambi kecenderungan masyarakat untuk memilih nasi sebagai makanan pokok dikarena adanya persepsi yang tertanam di masyarakat Indonesia bahwa mengkonsumsi nasi menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan. Hal ini terjadi karena saat masa penjajahan hanya orang-orang yang memiliki jabatan, dan pemilik kekuasaan yang mampu mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Sedangkan masyarakat biasa hanya dapat makan jagung, umbi-umbian atau singkong . Makanan olahan dari bahan jagung seperti nasi jagung dan singkong seperti tiwul,
Pemerintahan telah mengeluarkan beberapa kebijakan pangan dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional. Menurut Tarwiyah dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa ketika beliau masih kecil pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pangan berupa penyelenggaraan beras TeKaD. Beras TeKaD adalah istilah untuk bahan makanan berupa keTela, Kacang dan Djagung yang diproses dan dibentuk seperti beras. Beras TeKaD berukuran kecil seperti ukuran beras, berbentuk persegi, dan berwarna putih. Beras TeKaD dimasak selayaknya menanak nasi seperti biasanya. Hanya saja kebijakan itu tidak berlangsung lama, karena masyarakat tidak menyambut dengan positif kebijakan beras TeKaD ini dikarenakan rasa beras TeKaD yang kurang digemari masyarakat.
Menurut Siti Rubingah selain Beras TeKaD ada pula bahan makanan lain yaitu BULGUR. Bulgur diimpor dari luar negeri. Bulgur berupa bahan makanan berbentuk seperti beras dari menir gandum yang berbeda dan paling sering dari gandum durum. Sebelum dimasak bulgur harus direndam hingga mengembang, lalu dikeringkan kemudian dikukus. Bulgur dikonsumsi dengan cara menambahkan kelapa dan garam rasanya gurih atau dapat pula dikonsumsi bersama lauk pauk dan sayur mayur.
Saat masa orde baru pemerintah menitikberatkan pada pencapaiaan untuk swasembada beras yang akhirnya tercapai pada tahun 1984, 1985, dan 1986 (berdasarkan laporan statistik pertanian dari BPS). Dengan adanya keinginan swasembada beras saat itu ternyata meningkatkan ketergantungan masyarakat untuk mengkonsumsi nasi. Dan hal ini menekan difersifikasi pangan yang telah ada. Sehingga timbullah asumsi bahwa “ belum makan jika belum makan nasi”.
Ironis di negeri yang dijuluki tanah surga ini masih bisa berkata kekurangan pangan. Kita hanya belum memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita dan masih sangat tergantung dengan impor bahan makanan. Banyak industri makanan yang masih tergantung dengan gandum dalam proses produksinya. Dan kenyataannya Indonesia belum bisa menghasilkan gandum karena pertanian gandum tidak cocok untuk tanah pertanian Indonesia. Sehingga masih tergantung pada negara penghasil gandum seperti negara Australia.
Indonesia dengan tanah yang subur sebenarnya memiliki banyak jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat tepung. Tepung dapat dihasilkan dari singkong, pohon sagu, jagung, dan irut. Hanya saja pemanfaatan tepung-tepung tersebut dalam bentuk kuliner makanan khususnya sagu irut masih belum dikenal secara luas di masyarakat sebagai bahan makanan.
Sagu irut dihasilkan dari tanaman irut yang memiliki ciri-ciri batangnya tidak berkayu, tegak, dengan tinggi antara 40-100 cm. Batang tipis, biasanya bercabang banyak ke arah ujung. Daun keras dan bercabang, berseling. tangkai daun berpelepah pada pangkalnya dengan helaian daun berbentuk bulat telur hingga melonjong, berwarna hijau atau kadang-kadang bergaris putih atau ungu kemerahan dan biasa tumbuh di pekarangan rumah. Di beberapa tempat, tanaman umbi ini mempunyai nama daerah yang nyaris mirip. Sebutan itu antara lain Garut, Ararut, Patat Sagu (Sunda), Lerut, Garut, Klarut, Jlarut, Irut, Waerut (Jawa Tengah), Larut, Pirut, Kirut (Jawa Timur), Angkrik (Betawi), Arut, Larut, Salarut (Madura), Tarigu (Banten), atau Klarus, Marus (Bali) (Alamendah, 2011).
Selain irut ada pula tanaman pekarangan lainnya yang biasanya dikonsumsi seperti ganyong, gembili, tambak raksa, suweg, uwi. Tumbuhan ini ditanam secara bergilir di dalam pekarangan. Menurut Rubingah Tumbuhan-tumbuhan ini dicanangkan sebagai “ganjel lumbung” atau “ganjal lumbung” yang dimaksudkan untuk makanan selingan bagi masyarakat agar tidak tergantung hanya pada beras.
Upaya mengsosialisasikan keberagaman pangan dan mengeksplor bahan makanan yang ada di Indonesia pada masyarakat akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk dapat menganekaragamkan makanan yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Dan tentunya akan menambah wawasan masyarakat tentang bahan makanan yang ada di Indonesia. Dan harapannya masyarakat turut andil dalam program difersifikasi pangan. Sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung dengan beras dan kebutuhan pangan tetap tercukupi.

TOREHAN KENANGAN BERSAMA ANAK-ANAK GELAMAI

IMG_2280

“Benar kata pepatah yang mengatakan bahwasannya pengalaman adalah guru yang paling baik” ^_^………

Mari saya beritahu mengapa saya membuka tulisan ini dengan meng-iyakan kata pepatah di atas. Semua berawal dari mata kuliah KUKERTA yang saya kontrak yang akhirnya menghantarkan saya pada mereka yang telah ikhlas berbagi semua baik pengetahuan, pengalaman, dan hal-hal baru yang selama ini belum saya temui sebelumnya. Maka dari itu ucapan terimakasih yang luar biasa pada mereka semua anak-anak posko 10 Dusun Baru. (Two Thumbs UP!!!).

Dalam satu posko KUKERTA yang dihuni oleh 18 orang dengan 2 motor, 2 kamera pocket, 1 kamera DSLR, 1 kompor gas, 1 tabung gas, 2 Magicom, 1 Dispenser, 1 printer dan beberapa laptop milik perorangan (Rame ya…). Posko yang rentan dengan bunyi derikan kayu akibat kayu yang satu dengan yang lain saling bergesekan, dan tentunya derikan papan kayu lantai rumah panggung kami makin berirama ketika orang berlari, berjalan bak seorang kapiten, atau orang yang lagi senewen loncat-loncat J. Semua derikan kayu itu menjadi bagian tersendiri dalam kehidupan sehari-hari kami dalam menjalani KUKERTA di sebuah dusun yang masih  cukup asli baik dari segi budaya dan adat istiadatnya.

Kehidupan yang berbeda terasa saat awal sampai di Dusun Baru, semua nampak membenahi diri untuk dapat beradapatasi dengan lingkungan yang baru. Semua kesulitan dipecahkan bersama-sama. Mereka yang dengan sabar bisa saling mengerti kekurangan masing-masing dan saling bantu. Dan inilah sosok-sosok luar biasa yang saya temui antara lain:

Sosok pertama ini adalah mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2009 yang bernama Zunarta Yahya (a.k.a Tata) sosok yang rajin dan suka menolong. Tata tak pernah memilih-milih pekerjaan yang ada di posko. Tata bahkan tanpa enggan sering membantu memasak di dapur sebisanya, hingga akhirnya bagian goreng-menggoreng selalu jadi bagiannya. (semoga kelak jadi the next chef Juna ya Ta….^_^)

Sosok yang kedua juga mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2009                              bernama Rizki Kurniawan. Ahli IT dan sosok yang sangat penyabar, pintar  dan pendiam. Selalu rela membantu teman-teman yang laptopnya   sedang              bermasalah   Rizki ini gak pernah           marah meski mendapat julukan “Anak    SMP” dari anak-anak posko maupun warga setempat dikarenakan            wajahnya                            masih cocok untuk usia anak SMP.(Selalu semangat ya Ki, semoga kelak jadi Dosen yang hebat…^_^).

IMG_7756

Sosok perempuan yang berbaju merah diatas bernama Titik Rohayatin mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2009. Pemilik mata sipit yang rendah hati dan penyayang, suka membantu teman yang sedang dalam kesulitan. Gak pernah marah meski gaya medok Jawa bicaranya dijadikan bahan ejekan saat di posko. (Jangan hiraukan kata-kata mereka ya mbak,… Semoga kelak jadi guru yang disayangi murid-murid…^_^)

Sosok perempuan di dalam foto yang sedang mengenakan almamater  Universitas Jambi ini adalah seorang mahasiswa perantauan dari Medan yang sedang studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Kimia angkatan 2009. Pemilik nama Saely Natalia Sinaga yang punya suara yang indah. Sosok periang dan ramah. Selalu membetulkan panggilannya Sely jika ada yang memanggilnya dengan panggilan SaELy…. (Semoga kelak bisa menyusul Sean dan Regina ya Sely ^_^……)

Sosok diatas ini adalah teman seperjuangan saya dalam menjalani studi di Prodi Pendidikan Biologi angkatan 2009. Sosok yang bisa berbaur dengan warga dan pandai mengorganisir keuangan posko. Ya… sosok bernama Widya Lestari adalah bendahara posko yang sangat pandai masak bahkan sampai dapat julukan ibu koki. Trimakasih sudah berbagi resep makanan selama ini. (Kami tunggu lounching rumah makannya ya buk….^_^).

Nah… sosok berikut ini bisa disebut juga sebagai menteri luar negeri posko 10 Dusun Baru. Sosok bernama Slamet Winarko, mahasiswa Porkes angkatan 2009 ini memiliki kelebihan di bidang bersosialisasi karena sifatnya itulah teman saya ini paling mudah berbaur dengan warga setempat, kehidupan di posko menjadi terasa lebih dekat dengan warga baik  para bapak, ibu dan pemuda setempat. (Cayo…. Semoga kelak jadi pemain bola yang handal yah…… “kok gak nyambung”^_^).

Sosok berikut ini adalah sosok yang bertanggung jawab dengan keadaan posko secara keseluruhan. Sosok bernama Daud Fuller Sibagariang, mahasiswa hukum angkatan 2009 merupakan ketua posko 10 di dusun Baru. Sosok yang sangat memperhatikan anggotanya, dan selalu menghibur anak-anak posko saat semua merasa jenuh. Pak Pres… panggilan dari anak-anak posko untuknya, Pak Pres ini pandai dalam hal music dan itu tervalidasi dari statusnya sebagai Anak Band  yang telah punya beberapa prestasi. (Semoga kelak jadi musisi yang terkenal ya pak pres…^_^)          

Pemilik nama Jenti Siburian ini salah satu mahasiswa hukum angkatan 2009 yang hobby fotografi dan mendaki gunung. Sosok  yang suka menolong dan rajin bekerja. Dari Jenti saya tahu sedikit mengenai fotografi dan pengalamannya sebagai seorang pendaki gunung. Jenti  punya kebiasaan ngejahilin teman-teman yang seringkali mengundang gelak tawa anak-anak posko dengan kata-kata andalannya “cayolah tu…..”. (Semoga kelak jadi pengacara yang hebat ya…^_^).

Puji Lestari namanya,  teman seperjuangan saya  dalam menuntut ilmu di Prodi Biologi  angkatan 2009. Seorang sekretaris  posko yang bertanggung jawab dan selalu mengingatkan teman-teman  akan tugas masing-masing.  Suka banget sama kecap. Sosok yang memiliki suara anak-anak ini tak pernah marah ketika kata-katanya selalu jadi bahan ejekan dan tertawaan anak-anak posko “Puji cuci piring oeyyyyyy………..!”(Semoga kelak bisa mendirikan taman kanak-kanak ya Jie……. Semangat!^_^).

Dody Eka Prasetyanto namanya yang disingkat dengan D.E.P adalah mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2009. Wakil Ketua posko yang senantiasa membantu ketua posko dalam menjalankan tugas. Sosok anak pramuka yang hebat morse dan punya jiwa kepemimpinan. Sosok yang ramah dan mudah bergaul. Punya julukan “orang hitam” yang tak pernah dia bantah. hehe…. Dari Dody: Kalau tersesat didaerah antah berantah gunakan morse untuk minta bantuan… S O S  (Semoga Dody kelak jadi Dosen yang bijak ya…^_^)                   

Nama pemilik senyum manis di foto ini adalah Royan Kartika Sari . Seorang mahasiswa hukum angkatan 2009 yang sangat lemah lembut dan ramah.  Mbak Oyan (sebutannya) adalah teman satu piketku yang sangat rajin, sosok yang gak pernah ngeluh meski udah kecapean. Kerja tulus penuh keikhlasan dari Mbak Oyan. (Mbak Oyan… semoga Cita-citanya kesampean ya….^_^)

Sosok yang mengenakan baju dengan gambar Angry Birds ini bernama Vera Vebrianti mahasiswa hukum angkatan 2009 yang sering saya panggil Ayuk Vera. Ayuk Vera ini orang yang rame dan gak mudah marah, sosok yang gak pernah malu untuk belajar, belajar untuk menerima kekurangan diri, belajar untuk dapat memposisikan diri disuatu kondisi yang sulit, belajar untuk dapat memahami lingkungan. Dari Ayuk Vera : Jadi diri sendiri itu lebih menyenangkan…. Be your self. (Semoga ayuk Vera jadi orang yang sukses…^_^).

Namanya Lia Setia Futri mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2009. Sosok yang selalu senewen sendiri saat di depan cermin sambil memperhatikan pipinya yang semakin tembem. Sosok yang rajin mengerjakan tugas dan penyabar. Tya (panggilannya) adalah sosok yang bisa menerima dengan ikhlas semua kritikan dan pendapat teman yang terkadang berbeda dengan pendapatnya. Hal yang saya dapatkan dan saya pelajari dari sosok  Tya adalah bagaimana menjadi tegar. (Semoga suatu saat Tya bisa jadi guru yang demokratis….^_^ Semangat!)

Antonius Simarmata seorang mahasiswa hukum angkatan 2009. Sosok yang Easy Going, humoris dan paling dewasa. Sosok yang peka dengan kondisi teman dan gak akan sungkan membantu teman yang sedang kesusahan. Dijadikan abang bagi anak-anak posko. Kata-kata andalannya “padeklah perut yang atur…”. Dari Abang Toni : Serius boleh tapi jangan selalu serius…. (Semoga kelak jadi dosen hukum yang baik ya bang…. ^_^).

Namanya Feni Novriana a.k.a Ayuk Feni a.k.a Jaho Kihing. Ayuk Feni ini sosok yang  bisa berbaur, rame dan yang paling kurus. Karena saking kurusnya warga memanggilnya Jaho Kihing (Kurus Kering) istilah yang ada di daerah tempat kami KKN. Ayuk Feni ini orang yang ulet dan telaten mengerjakan tugas yang diberikan padanya. Kata-kata andalannya “Bangoo”. Dari Ayuk feni : Selagi bisa sekarang kenapa harus nanti… (Semoga kelak Ayuk Feni kalo jadi guru gak lagi bilang “Bangoo”… xixi Semangat! ^_^).

Sosok yang satu ini adalah sosok yang berpengaruh dalam mendampingi     sekretaris dalam menyelesaikan tugas, karena tipe konseptor sosok yang dikenal dengan nama Isniarsih Safira a.k.a Ella mahasiswa pendidikan fisika angkatan 2009  ini menjadi seorang penasehat sekretaris dalam menyelesaikan tugas. Mbak Ella adalah sosok yang mandiri  dan tegas. Banyak hal yang bisa saya pelajari dari kepribadiannya. Dari Mbak Ella : Kesuksesan hanya untuk orang yang mau berusaha… (Semoga Mbak Ella jadi orang sukses… kalau udah sukses jangan lupa … Ganbatte ^_^ )

 Sosok Terakhir ini  merupakan teman yang paling penurut dan rela berkorban. Namanya Wajidun Niam mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2009. Sifat dan unggah ungguhnya yang sopan seringkali menjadikan dia sebagai utusan untuk menemui para tua tengganai. Jidun (pnggilannya) tak pernah menolak bila diminta untuk menjadi delegasi dari anak-anak posko . Jidun tidak pernah  mau merepotkan teman-temannya, Jidun selalu berusaha terlebih dahulu semampunya. Dari Jidun  : Totalitas itu penting!…(Semoga suatu saat kelak Jidun jadi pemilik perkebunan yang hebat…. Don’t Give Up ^_^).

Kalian semua adalah sosok-sosok hebat yang telah memberikan pelajaran kehidupan yang tak pernah saya temui sebelumnya. Pelajaran ini akan sangat bermakna bagi saya kelak dalam menghadapi kehidupan yang sesungguhnya…. I’M PROUD OF YOU ALL….. Salam Sayang Untuk Kalian  Semua….^_^ .                                                     Created by : Muhayatun

Badan Legislatif Mahasiswa Wadah Menumbuhkan Idealisme Dan Berpikir Terbuka Oleh : Muhayatun

Setiap manusia merupakan pemimpin bagi dirinya masing-masing.  Jiwa kepemimpinan telah ada sejak manusia dilahirkan dan merupakan bekal  yang ada sejak lahir. Setiap individu hanya perlu mengembngkannya, dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena dalam lingkup yang lebih luas manusia yang satu akan memimpin golongan, kelompok, atau  bahkan jutaan manusia lainnya

Tugas pemimpin sangat fungsional untuk mengakomodir berjalannya proses  dalam kehidupan  berkelompok atau bermasyarakat . Pemimpin adalah panutan dan teladan bagi anggotanya dimana setiap kata-kata, sikap, dan tindak tanduknya akan menentukan kebijakan-kebijakan apa yang akan diambil dalam menyelesaikan semua permasalahan yang ada demi perubahan yang lebih baik. Dan dengan pemimpin semua proses pemerintahan dapat terpusat atau terkoordinir dan terevaluasi . Sehingga apa yang telah menjadi visi dan misi dalam suatu kelompok atau masyarakat tercapai.

Pemerintahan merupakan hal yang terkait dengan pemimpin dan siapa yang dipimpin. Pemeritahan mengandung makna proses, fungsi, jabatan, dan kepentingan bersama. Pemerintah adalah salah satu syarat terbentuknya negara atau kedaulatan disamping adanya masyarakat dan wilayah kekuasaan sesuai apa yang dimaksud dengan pengakuan de facto. Dalam pemerintah selain fungsi pemimpin masih ada lagi fungsi-fungsi lain yang akan menjalankan proses pemerintahan.

Fungsi pemerintahan bagi manusia awam adalah apa yang terjadi dalam suatu Negara yang merdeka. Pada kenyataannya fungsi-fungsi tersebut telah terpraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat dalam cakupan yang lebih kecil dan lebih sederhana tentunya. Dan semua fungsi yang ada memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan tujuan yang sama sesuai kesepakatan bersama.

Kesepakatan yang telah disimpulkan dan diputuskan bersama dalam suatu musyawarah atau diskusi untuk kepentingan bersama. Kesepakatan yang di dalamnya terdapat fungsi pemimpin, para pengambil keputusan, dan aspirasi semua anggota masyarakat.

Fungsi-fungsi yang terdapat pemerintahan antara lain adalah eksekutif, legilasi, anggran dan pengawasan. Fungsi Eksekutif adalah fungsi atau wewenang yang dimiliki pemimpin sebagai seorang yang memutuskan menerima ataupun menolak kesepakatan yang ada dengan mempertimbangkan fungsi para pengambil keputusan. Fungsi Legilasi, Anggaran, dan Pengawasan adalah fungsi atau wewenang yang ada pada Dewan legislatif atau DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

Praktek kepemimpinan ini terjadi di seluruh lapisan masyarakat bahkan salah satunya di suatu lembaga, instansi, dan salah satunya di perguruan tinggi atau yang sering dikenal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). BEM suatu badan yang berdiri tanpa ada kaitan dengan birokrasi kampus. BEM wujud dari pemerintah dalam lingkup kampus terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang berada di dalamnya. BEM wadah bagi mahasiswa untuk mengalami kehidupan berpolitik secara langsung dalam lingkup fakultas maupun kampus. Semua yang dilakukan dalam badan ini dirancang menyerupai bentuk pemerintahan Negara. Selain BEM terdapat pula BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) yang merupakan badan mendampingi BEM dalam hal check and Balances, menampung aspirasi mahasiswa, menyatukan mahasiswa dalam gerakan mahasiswa aktif.

Dalam perannya BLM hampir menyerupai peran DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) seperti kita ketahui fungsi DPR adalah mentapkan undang-undang, membantu presiden dalam menetapkan anggaran, dan mengawasi pelaksanaan undang-undang .

BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) pada setiap perguruan tinggi memiliki sebutan tersendiri seperti MAM (Majelis Aspirasi Mahasiswa) atau DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Badan ini memiliki tugas dan wewenang serta hak tersendiri yang berbeda dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) namun kinerjanya menunjang kinerja BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).  BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) telah ada di tingkat fakultas dan fungsinya membantu BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) di tingkat kampus. Tugas dan wewenang BLM ini diantaranya :

  1. Membentuk Undang-undang yang dibahas dengan Presiden Mahasiswa untuk mendapatkan persetujuan bersama
  2. Menampung dan mempertimbangkan segala aspirasi mahasiswa yang disampaikan kepada DPM
  3. Memberikan mandat untuk pelaksaan PEMIRA
  4. Mengawasi pelaksanaan hasil-hasil sidang DPM
  5. Mengawasi pelaksanaan Program Kerja dan kebijakan Badan Eksekutif Mahasiswa
  6. Menyelesaikan masalah yang timbul dalam negara tingkat Universitas
  7. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPF yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikut sertakannya dalam pembahasan

Pada dasarnya BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) terdiri dari mahasiswa yang merupakan perwakilan dari setiap partai-partai yang ada dalam kampus. Partai inilah yang mengusung para calon presiden mahasiswa. Dalam prakteknya tak jauh beda seperti PEMILU (Pemilihan Umum) yang ada di masyarakat umumnya, hanya saja para pemilih adalah mahasiswa dan dengan sebutan yang berbeda yaitu PEMIRA (Pemilihan Raya).  Hak BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) antara lain:

  1. Mempunyai hak angket, budget, inisiatif dan interpelasi
  2. Meminta pertanggungjawaban Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa sewaktu-waktu bila dianggap perlu
  3. Menerima, menimbang dan mengesahkan pengajuan pembentukan Badan Otonom di tingkat universitas

Hak BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) ini tentunya merupakan hak yang digunakan untuk kepentingan mahasiswa. Karena dalam prosesnya banyak hal maupun penerapan kebijakan yang tak sesuai. Maka dari itu peran BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) sangat penting. Setiap anggota BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) memiliki hak dan kewakiban yang harus mereka laksanakan diantaranya:

Hak Anggota BLM (Badan Legislatif Mahasiswa)

  1. Mengajukan usulan Rancangan Undang-undang
  2. Mengajukan pertanyaan
  3. Menyampaikan usul dan pendapat
  4. Memilih dan dipilih; dan
  5. Membela diri

Kewajiban Anggota BLM (Badan Legislatif Mahasiswa)

  1. Mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
  2. Mentaati Undang-undang Dasar Negara (Peraturan Organisasi)
  3. Menjaga stabilitas negara dan kerukunan nasional; dan
  4. Melaksanakan peranan sebagai wakil mahasiswa

Dalam pelaksanaan tugas BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) juga mengadopsi teknik-teknik yang ada di lembaga legislatif negara seperti teknik persidangan. Pembahasannya mencakup pembuatan konstitusi, pengawasan BEM (Badan Legislatif Mahasiswa), Komisi Pengawasan Kementrian BEM  dan pembahasan lainnya yang berkaitan dengan aspirasi mahasiswa.

Sumber :

gengkopler.files.wordpress.com/2011/04/badan-legislatif-mahasiswa.ppt

http://jogja.tribunnews.com/2012/12/01/kebangkitan-lembaga-legislatif-mahasiswa/

Cek… juga ya 🙂 https://muhayatunandespen.wordpress.com/2013/12/12/semua-berteriak-pbm/