Arsip Bulanan: Juli 2013

Gift Today

Lagi pingin nginggris dikit… jadilah itu judul doank. Artinya pada tau lah ya itu apa, aku lagi pingin cerita aja tentang apa yang aku alami hari ini. Aku menerjemahkan gift disini bukan hanya sebuah hadiah yang berbentuk indah dan dapat digunakan kek handphone baru, laptop baru atau malah motor baru. Aku gak sematrealistis seperti itu.

Hadiah itu abstrak menurutku, tapi yang pastinya semua itu membuat senang, tenang, nyaman istilahnya comfort/ cozy  pokoknya istilah umumnya bahagia. Aku mulai dari mana ya?

Aku bukan lah orang yang terlalu ambisius, tetapi tetap aku punya visi hidup dan gak pantas  juga kalo aku disebut visioner. Ya seperti yang aku pahami dari hidupku, kalau sebenarnya aku menyukai kebebasan dalam tanda kutip sesuai kamus kehidupanku. Aku memploklamirkan bahwa aku manusia merdeka. Tapi akhir-akhir ini istilah ini aku agak sedikit takuti karena sepertinya aku seperti pembangkang di kehidupan sosialku. Haha… (seenak e dewe, gak mau di suruh, sering ilang dan sibuk dewe) . parah to…. Aku sudah sedikit batasi makna dari merdekaku ini…

Wah ngomongin merdeka kok lagi pas-pas nya mau bulan kemerdekaan. Review bentar tentang kepemimpinan di Indonesia. Dulu masanya pak Soekarno ada aja polemik yang membuat masyarakat gak ngeh dengan kepemimpinannya. Ceritanya awal-awal paham komunisme mulai marak di Indonesia. Ada denger-denger pembunuhan massal, untung saat itu belum tren tentang HAM.  Jadi ya jadi sejarah aja, masuknya zaman pak Harto semua masyarakat manut-manut karena gak banyak yang bertingkah takut kena dor… (katanya) kalau gak itu masuk sel , tapi akhir-akhirnya kepemimpinan itu tumbang dengan masyarakat yang nggak ngeh, terutama mahasiswa saat itu dengan kisah kejadian trisakti. Kepemimpinan Pak B.J. Habibie nambah memilukan… kalau saja saat itu aku bisa membantu Pak Habibi untuk mewujudkan cita-citanya. Aku yakin Indonesia saat ini bukan lagi jadi negara berkembang di mata dunia.  Nilai HDI Indoneia belum mencapai nilai 7 apalagi 8. Disusul dengan Pak Gusdur yang punya pandangan  yang beda tentang sisi beragama di Indonesia. Ibu Megawati yang fenomena dengan masalah  hits saat itu tentang gender. Pak SBY yang pada awalnya dikatakan membawa petaka di Indonesia, Tragedi Tsunami Aceh. Haduh entahlah akan banyak omong-omong, sangkut dipautin, andai, dan lain-lain dari para pengamat yang pake ilmu waktu ngomong atau hanya ngejeplak aja, yang pastinya gak ada pemimpin yang di cinta dan di panuti seratus persen. Ya karena warga Indonesia gak pernah diajari untuk bagaimana dipimpin. Istilah ini aku dapati dari diskusi sore bersama dosenku Ir. Dede Martino, M.P . Kata Beliau selain ilmu tentang memimpin kita juga butuh ilmu untuk dapat dipimpin, kedua hal itu selayaknya dua sisi mata uang yang tak dapat terpisahkan.

Ya tapi paling tidak kisah mereka tak sama di setiap isi hati dan pikiran warga yang dipimpin. Soekarno masih jadi sosok yang dikenal nasionalisme, pejuang kemerdekaan, orang yang dibanggakan dari Indonesia. Soeharto masih ada yang menyayanginya dengan menganggap masa kepemimpinan Soeharto adalah yang paling makmur. B.J Habibie tentu sebagai seorang jenius kebanggaan negeri karena pesawatnya. Sedangkan Gusdur dan Megawati aku tak punya komentar, aku tak tahu tanggapan atau testimoni tentang kepemimpinan mereka. Sedangkan SBY beliau masih menjabat sekarang jadi tetimoni kepemimpinan beliau belum jelas aku pahami.

Sudahlah intinya tak ada pemimpin yang dapat memimpin dengan sukses kalau masyarakatnya juga tak tau cara dipimpin.

Aku sendiri adalah mahasiswi abad ini yang hobby berceloteh dengan tulisan dari ide-ide yang terperangkap di otak. Ntah itu celotehannya mutu atau gak, pake ilmu atau sekedar ngejeplak aja aku gak begitu peduli,,, ya meskipun aku gak mau juga jadi penjahat penulis yang tulisannya hanya buat kisruh dunia aja. Aku usahakan tulisanku tak berbau SARA dan Pornografi, lah kok ? pornoaksi, kurang tepat juga?.  SARA bukan berarti aku tak boleh menulis tentang mengagungkan ALLAH SWT kan? “Yang bisa dikatakan isu SARA itu bila mengajak untuk membenci atau memusuhi suku atau agama tertentu” kata media cetak Kompas. Manfaat tulisan ini adalah bukti kalau aku punya ide. Dan bagi yang rela baca celotehanku sampe bebusa-busa mulutnya paling-paling cuma manggut-manggut dan aku yakin tak ada yang sampe jungkir balik lalu bilang WOW… haha

Jadi hadiahnya apa? Sabar ya Bro… Ibuku secara insplisit meminta maaf  jika beliau tak dapat menghadiri acara wisudaku karena beliau menunaikan ibadah haji… GerrRR moment itu bikin aku pingin narik waktu garis nasibku lalu menetapkanku di posisi dimana aku udah sidang, dan sedang dalam penantian wisuda… huhu sedih gak bisa bilang, gak papa kok mak, kan masih ada kakak yang bisa hadir emak sama bapak konsen aja di ibadah hajinya… :/

Jawaban yang mengesalkan keluar dari mulutku, aku belum seminar mak, seminarku ada dua habis itu baru sidang dan wisuda. Ntahlah makku lega atau lainnya, tapi aku berikan kabar bahwa untuk KKN ku yang heroik dan konyol itu dapat nilai A. Alhamdulillah….

Pembicaraan orangtua dan anak ini berlanjut ke tema uang 70 juta untuk masuk kuliah. Hadeh… Ntah ini bener adanya atau hanya fiktif belaka, 70 jetong itu pyur emang bayaran ke kampusnya, atau ada pajak bagi tangan yang megang… nggak tau juga. Tapi jika aku dapat 70 jetong itu enakan gua beliin lahan sawit kek, atau karet kek insya…. sebelum umur 50 tahun aku udah bisa naik haji. haha…

Ya zaman sekarang ngomong kumpulan angka dengan 7 atau 8 digit angka itu gak begitu buat syok… apalagi kalo temanya tentang pendidikan dan pekerjaan. Satu hal lagi itu beneran atau fiktif belaka aku gak taw, karena masalahnya aku gak pernah berurusan dengan kayak gtuan. Ntahlah mungkin juga orangtuaku tak punya anggaran pendidikan anak-anaknya sebesar itu…. Untuk sekarang aja aku makin segan mau minta uang lagi ke ortu. Semester segini masih ngadah tangan, ada kerjaan tapi serabutan atau malah bukan kerjaan deh tepatnya, tapi uang lelah aja, kalo emang lelah. edeh…    Bobo oh bobo masukkin cerpenku ya….. 90

Harapku… Allah berikan yang terbaik, senantiasa menuntunku dan orangtuaku, dan memberi kemampuan untukku dapat buktikan baktiku pada ortuku…..Insyaallah Masa Wisudaku akan segera datang mak… bersabarlah… hehe

Iklan