Mempersiapkan Kado Untuk Ibu

Aku tak tahu mengapa saat hari ibu semua orang mengucapkan terimakasih. Pasalnya akankan ibu-ibu disana merasa terbalaskan dengan ucapan terimakasih? Merasa sudah berhasil saat anaknya mampu memberinya kado? Merasa sudah puas kah dengan semua ini. PUASSSSS?

Jangan hiraukan ocehanku di atas, aku menjadi tak tahu apakah aku sekarang dalam zona iri dan tanpa daya tak punya sesuatu untuk dihadiahkan kepada ibu.

Mak aku tahu dengan semua kesederhanaanmu, tak pernah kau berharap anakmu merasakan pahit yang telah engkau kecap selama ini. Meskipun zaman akan selalu membagikannya bagi para yang hidup dengan cara lain. Mak untuk tahun ini aku merasa bersalah tak mampu aku sampaikan kabar bahagia atau kabar yang mampu membuatmu tersenyum. Dan karena ini aku ingin protess, mengapa ada  hari ibu, bukankah hari-hari lain adalah hari ibu. Ingat tidak?. Seorang anak wajib mendoakan orang tuanya di setiap shalatnya ” robbigfirli waliwalidaiya warhamhuma kamarobbayanishoghiro”.

Tak semua anak mampu memberikan hal yang biasa diberikan di hari ibu. Apalagi aku yang termasuk orang yang kaku. Untuk mengucapkan kata selamat hari ibu saja tak mampu. Karena aku tahu ibuku tak tahu hari ibu, dan itu bukanlah hal yang biasa aku lakukan, Aku ingin protes… Hari ibu hanya akan mengurangi kesan ibu selama ini. Tanpa kalian ucapkan ” My Mom you are my everything, atau terimakasih atas cinta kasihmu selama ini. Besarnya kasih ibu tak mampu dirayakan dalam bentuk apapun, besarnya sepadan surga bagi anaknya “Ingatkan surga itu ditelapak kaki ibu”.  Hendak kalian ucapkan beribu kali ucapan terimakasih, kado berlian bertumpuk, tak akan menandinginya. Aku benci hari ini, semua anak bertindak kalem, baik dimata ibunya. Tapi entah berapa banyak pesan ibu yang terlupakan entah berapa banyak lagi kesalahan yang diperbuat setelah ucapan itu. Merasa bebas setelah mengucapkannya, merasa telah membalas kasihnya, >hanya itu. Di hari-hari lain mereka tetap seperti itu, masih merepotkan dan merepotkan. Bahkan setelah tua nanti ucapan terimakasih itu tak akan ada lagi> ibu-ibu sudah dimasukkan dalam panti, disuruh jaga rumah sedangkan anaknya pergi setiap hari, atau hanya sebagai penjaga cucu.

Ya Allah sungguh, mungkin aku salah memandangnya karena mungkin aku lemah tak seperti anak-anak yang lain. Tapi dalam hatiku aku sedih, sedih jika ibu hanya diagungkan di hari ini. Kemana mereka dihari-hari lain. Benarkah mereka selalu mendoakan ibu mereka. Mengucapkan terimakasih pada ibu adalah dengan cara mempersembahkan surga untuk mereka. Menjadi anak yang sholeh dan sholehah untuk mereka. DAN HAL INI BUKAN DILAKUKAN DALAM WAKTU SATU HARI….!,

Aku sendiri masih dengan songongnya merepotkan Mak dirumah. Masih minta disiapin ini dan itu, padahal sudah bisa melakukan sendiri. Masih belum bisa membantunya, meskipun sekedar menyapu halaman setiap hari. Bahkan untuk merapikan kamar sendiri saja aku tak lakukan. Songong…. Karena itu rasanya terlalu mempermainkan perasaan ibu, jika hanya tiba-tiba menelfon dan mengucapkan selamat hari ibu. Penuh kepura-puraan tak tulus dan rasanya hanya sekedar ikut merayakan.

Ya Allah

Aku minta kekuatan dari kekuatanmu, ilmu dari ilmumu, ketekunan seperti yang telah kau berikan pada ibu-ibu di dunia ini, ketetapan hati untuk setia meraih ridhomu, Dan dengan semua itu aku bisa menjadikan diri menjadi anak yang sholehah untuk kedua orang tuaku. Dan mendapatkan petunjuk menuju surgamu, agar aku bisa berjalan memasukinya bersama kedua orangtuaku.

jangan buat aku sebagai alasan beban pikiran mereka Ya Allah, jangan buat aku menjadi beban hidup mereka , jangan buat aku alasan mereka bersedih Ya Allah. Perkenankan aku berbakti dan membahagiakan mereka Ya Allah.

Laa haula wala kuata ilaa billah

Tidak ada daya dan upaya kecuali karena Engkau Ya Allah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s