Arsip Bulanan: Oktober 2014

Ku Sebut Wisuda On Me

bareng reni, mbak mala, sama fit
bareng reni, mbak mala, sama fit

IMG_6075

IMG_6056

IMG_6078

Aku mulai dengan mengatakan syukur Alhamdulillah akhirnya aku dipertemukan dengan hari wisuda setelah beberapa hari-hari penting terlewati hari SemProl, hari-hari penelitian, hari SemSil dan hari Pendadaranku. Trimakasih teramat sangat untuk dosen-dosenku terutama untuk PSku yang sangat luar biasa membimbing dan menghantarkanku hingga 3 Huruf itu menambah dibelakang namaku, Mr Bambang Hariyadi Ph.D dan Bpk. Jodion S. M.Si. Tak pernah terpikir sebelumnya jika ternyata aku diberikan pembimbing skripsi yang sangat luar biasa membimbing mahasiswanya, support ilmu dan bantuan buku serta jurnal dan terpenting motivasi yang tak henti-henti disaat aku sudah jungkir balik, dari gemuk, kurus sampe gemuk lagi, sehat dan sakit saat harus berdampingan dan memikul tugas skripsi. (TErlalu lebay ya… :)). Para tangan-tangan yang tak tampak yang memberikan kemudahan-kemudahan buatku untuk melewati ini semua. Buat Pudja Kesuma trimakasih telah menemukanku dengan Moleong dan Naim lewat bukunya yang sangat membantu dalam menentukan metodologi yang aku gunakan dalam penelitian ini. Buat kawan-kawanku yang mau membersamaiku disaat aku harus jungkir balik dilapangan yang tak bisa aku sebutkan satu-satu. Semoga Allah Membalas kebaikan kalian dan mempermudah segala urusan sebagaimana kalian telah meringankan bebanku. Canda, Ketersediaan kalian memdengarkanku, mengelus pundakku saat aku sudah mulai limbung dan tenggelam dalam tangisku, keterampilan-keterampilan kalian yang membantuku menyelesaikan tek-tek bengek urusan yang harus diurusin termasuk benerin laptop dan printerku yang terkadang kena flu atau demam faktor cuaca buruk. (Asli lebay tapi jujur ini… :D).
Wisuda On Me…. Aku bingung mau memulai dari mana ceritaku yang akan aku jadikan arsip unik dengan blangko warna golden di memori tercanggih di dalam otakku (Kali ini narsis… :D). Pada dasarnya aku bukan orang yang cuex dengan penampilan bukan aku tak mau nyalon seperti teman-teman yang lain hanya saja seleraku terkadang tak sesuai dengan yang ditawarkan dengan salon-salon diluar sana meski orang bilang bagus. Hanya saja seleraku saja yang terlalu tinggi saking tingginya malah terlalu sederhana kayak gak dandan (gu to the Braaak ini… :() ). Selain itu aku terlalu takut menor dan ribet kayak cewek (lah jadi aku ini cewek atau cowok ya????). Kisah ini berawal dari sekitar 1 atau 2 minggu sebelum wisuda digelar. Karena teman terlalu asyik membicarakan kebaya akhirnya aku juga ikut-ikut sibuk nyari kebaya bareng bestiss ku Ririn Desiarviyanti, Dalam pikiranku aku pingin kebaya warna hitam tapi ririn tidak menyetujui keinginanku (katanya emang mau melayat… gak tau sih apa hubungannya kebaya hitam sama melayat>> Dasar Blackerr :D). Kesana kemari masuk lorong ini lorong itu tak lama-lama juru jitu terbaik ada di tempat grosiran untungnya warnanya aku cocok, warna kremm dipadupadankan dengan vayet gold dan putih. (Pertama kali lihat anggun beuddd,,, manis dan berkelas tapi rendah hati… nah lo kebaya gaya apa coba ini… :)). Oke karena ditempat grosir diberilah harga pas dan sekalian saja aku borong rok kebaya dan manset dengan warna yang senada (tempat yang pas buat aku yang tak pandai menawar dengan sadis…. Haha). Sip selesai masalah kebaya tinggal sepatu… Aku punya syarat yang agak njilimet bagi para disainer sepatu wanita seperti apa sepatu idaman seorang Muhayatun S.Pd ini…(Asli makin malam pertahanan jaim ku jeboll :D. Sepatu itu harus tidak terlalu menjulang tinggi, harus ada tali yang dicepit antara jempol dan jari telunjuk kaki (emang ada ya jari telunjuk jempol…. #mikirkeras), dan terakhir nyaman dipake dengan persentase terkilir 0,0000% dan budget yang sedikit… Permasalahan yang terjadi adalah menemukan sendal jenis ini sangatlah sulit hari itu aku tak menemukannya, ditambah gaya tali yang djepit persis sandal jepit itu sangat langka, karena rata-rata sendal itu yang langsung masuk-masuk gitu untuk kebaya-kebaya (inilah selera fashion aku yang menjunjung ke savety an…. padahal sih takut karena gak biasa).
Kita beralih ke dandan wisuda otomatis bagi aku yang memutuskan untuk independent mentatarias wajah pemberian Allah ini, aku butuh make up. Dan hasil dari konsultasi dengan bestiss Ririn ada 5 Benda yang harus aku beli untuk mewarnai wajahku ini (Kok Kayak Crayooo :?). Pertama bedak dalam hal ini aku pilih W***** dan harganya 30 ribuan kalo dibeliin bedak Baby bisa dapat 5 sampai 6 bedak, tak apa untuk acara bersejarah juga. kedua Blas On (Pemerah pipi tujuannya biar merona gitu… tapi awas salah-salah bisa jadi kayak baru tawuran alias bengep2 persis kayak baru ditonjokk Waspadai ini… !!! hehe), Ketiga Eye shadow (dari artinya bayangan mata tapi makenya sih di pelipis matanya bukan di matanya??? yaiyaalah :D), Keempat Eye liner atau garis mati bersyukur lah bukan garis polisi (Gubrakk), Kelima lipstik (bener gak sih tulisannya ,,, ). Hasil dari semuanya hanya bedak yang terbeli dan yang lainnya dapat pinjaman dari bestis Reni dan Fitri…
Laksana protokol susunan acara atau planning dipersiapkan. Oke ayuk iparku bersedia membantuku menyiapkan penampilanku untuk go to wisudaan… Ayahku sudah memastikan akan memakai baju safari putihnya (Macam… ayahnya ikalll huhu… terharu… ;/). Ibuku sedikit agak kesulitan menentukan pakaian yang akan dikenakan saat wisudaku. aku menyarankan untuk baju warna putih menyesuaikan pakaian yang akan dikenakan ayah. Tapi ayahku berkomentar ” seperti kayak orang naik haji saja pakai putih-putih” *hadeahh. Alhasil diputuskanlah ibuku menggunakan baju bahan tisuu dengan warna biru langit dengan corak bunga yang tak seberapa dan jilbab berwarna kreem (nyamain anaknya… hehe). Sip sudah aku gosok baju mereka siap dikenakan. Masalah kendaraanya ayahku memilih meminta tolong pada teman kakakku yang sudah sering keluarga kami catar. Kakakku mewanti-wanti ibuku untuk membawa bekal karena akan lama dan belum tentu mendapatkan makanan disana.
H-1 aku sibuk mengantri mendali dan undangan di kampus dan mengambil pesanan baju toga (sampai sekarang aku belum tahu kenapa namanya toga???_) , sedangkan di rumah ayah ibuku sudah sibuk dengan persiapan bekal yang akan dibawa esok harinya.
Pukul 4 alarmku bunyi, aku bangun dan bergegas ke kamar mandi dan ternyata ibuku sudah bangun dan sudah stay di dapur dengan lampu teplok di tangannya… (rupanya mati lampu kawan…) ibuku luar biasa pengorbanannya buat si genndukk manisnya ini (sudah abaikan saja>>.). Selesai mandi aku bersiap untuk shalat subuh, selepas shalat aku putuskan untuk sarapan dulu, istriknya masih mati kawan. Aku bekawan senter saat sarapan dengan menu kentang kering sambal dan ayam goreng…. (nyammm enakkk>>>). sudah habis nasi dipiringku masih juga listrik tak kunjung bernyawa. Akhirnya aku putuskan untuk mengkreasikan benda-benda yang masih asing di kamarku itu ke wajahku (Kata kawanku bermake up itu seperti melukis, alhasil aku membayangkan wajahku seperti gambar yang harus aku warnai//// obsesi bakat terpendam seniman,,, kyaaa :D). Kondisi masih ditemani senter satu-satunya yang masih hidup di rumahku. Ditengah-tengah kakakku sibuk mengganguku dengan mengenakan topi dan mendaliku dan mendesakku agar cepat-cepat. Belum lagi selesai kakakku datang dan meminta senter yang ada di kamarku,,,, ( hadeah udah tau kondisi sedang urgent2nya malah ngajak rebutan senter…. /:(, gak tau aku sedang berusaha keras menggunakan dan berdamai dengan benda-benda asing ini….jiah). Tapi ujung-ujungnya aku pasrah ku panggil juga kakakku tersaaayong untuk membantuku menyiapkan penampilanku untuk wisuda on me…. ( halah pakke acara try and error dulu terspesial bagi topi diuji cobakan apakah mudah lepas atau tidak,,, gerakan arigato *bungkuk-bungkuk badan aku jadinya). Tapi ujung-ujungnya topinya terlalu kebelakang juga makenya gegara ciput yang kugunakan yang berukuran besar.
Oke kakakku terpaksa ikut untuk menemani si supir. Tapi kok ya bisa…. sopirnya janjinya jam 6 jadinya jam 7 kurang… hadeah… Walhasil jalan yang dipilih adalah jalan memotong melalui tikus munduk, nes, dan perkebunan PTPN 6 itu loh… tapi gak rugi lohh pemandangan yang ijooo bikin mata adem dan damai meski jalannya masih tanah. But so cool… Sampai di Unja ternyata belum mulai hanya saja sudah membeludak wisudawan dan wisudawati . aku berpisah dengan ayah dan ibuku karena mereka melalui pintu D yang letaknya bersebrangan dengan pintu masukku.
Orang pertama yang aku temukan digerombolan orang berpakain hitam itu adalah my bestiss Ririn aku ambil foto bersamanya. kemudian aku temukan teman-teman yang lain dan juga foto-foto.
Oke kita cepatkan kisahnya. oke di tengah-tengah acara yang belum usai kakak ku yang punya bawaan rese nelfon nanyain udah selesai apa belum, padahal sambutan aja belum selesai. Dan yang paling menyayat hati dia udah nunggu gennduk manisnya ini di gerbang depan asri tanpa memberi basa basi dulu atau paling tidak memberikan pengertian dulu ke adiknya ini bahwa apa yang diputuskannya adalah untuk kebaikan bersama. hadeeah dasar emang… kalo bawa kakakku ini apapun itu aku harus siaga 1… dia komandan yang labil ngasih perintah (astagfirullah aku udah ngomongin kakakku…. gak apa deh kan kakakku juga… haha). Dia dengan ringannya berkelakar dalam telfonnya ” Mau di gendong ?” setelah mengetahui ekspresiku yang terkejut dan gondookkk…. dan ku jawab sekenaku. Apa yang membuatku makin tak berasa alias kebas ternyata ayah dan ibuku juga sudah menyusul di mobilll haalaah (tolong ada wisudawati ditinggal keluarganya… Ohh tidak kabar buruk dan sangat sedih hiks hiks…)
Saat udah terdengar palu di ketuk bergegaslah aku sempat foto sama bro dan mbak bro biologi 09, kemudian sama my bestis reni dan fitri (pake dikasih bunga…. tersanjung ada yang ngasih bunga… :)). Habis itu bergegas berjalan menuju gerbang yang telah dikatakan kakakku. Jiah ditengah jalan ada ibu-ibu yang bilang ” payah ya jalan pake sandal tinggi” ya aku jawab ” iya bu” sambil senyum. Ternyata aku tak berjalan sepiawai peragawati malah seperti orang yang perlu dikasihani hadeahhh. Aku menemukan ayah ibuku di dekat gerbang, ibuku menyongsongku dan aku mencium tangannya, sedang ayahku meluruskan kakinya, ternyata kaki ayahku sakit jadi beliau tak bisa lama-lama diruangan tadi. aku pun menciunm tangannya.
Kakakku berulah lagi aku, ibu dan ayah sudah ada di dekat mobil eh dianya malah gak ad….(emang sesuatu…) ditelfon jadinya… eh pas datang dengan santai dia bilang ” lah tadi katanya minta gendong ???? ” What…. dia pikir emang apaan pake acara gendong…. *tepokjidat . selesai