Arsip Bulanan: November 2014

BELAJAR MENULIS LIPUTAN Liputan acara MTQ TINGKAT KABUPATEN BATANGHARI

serupawai

Acara MTQ tingkat Kabupaten Btanghari diselenggarakan pada tanggal 14-18 November diikuti oleh 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Batanghari antara lain Bajubang, Muara Sebo Ulu, Muara sebo ulu, Pemayung. Muara bulian, Batin XII, Tembesi, Mersam. Acara yang penulis ikuti secara langsung hanya acara pawai peserta . Jumlah peserta pawai sekitar 2553 orang berasal dari perwakilan seluruh kecamatan yang ada. Dalam acara tersebut ada beberapa penampilan drum band, hadrah/kompangan, hingga pencak silat. Dimeriahkan juga dengan ibu-ibu majlis taklim, Anak-anak sekolah SD, SMP/MTs, SMA yang ikut turut serta.
Berikut foto-foto yang sempat penulis ambil di tempat acara berlangsung.

drum band mts bajubang
Drum band Al Izzah MTs N Bajubang, drum band yang masih termasuk masih pemula namun sudah mampu memberikan penampilan yang menarik. Penulis cukup bangga sebagai salah satu alumni dengan perkembangan sekolah ini.

kompangan
Para pemain kompangan/ hadrah menampilkan dentuman suara kompangan dan drum yang ditabuh, ada yang menambahkan dengan aksen gerakan-gerakan tari dan kostum yang mendukung. Sangat aktraktif menurut penulis. Bahkan sang moderator dengan tidak malu-malu mempromosikan kelompok hadrah untuk dicatar di acara-acara pernikahan atau hajatan bagi warga yang mau. Kelompok hadrah tidak hanya identik dengan kelompok dewasa. Di salah satu kelompok yang tampil ada dari kelompok anak-anak, namun apa yang mereka tampilkan tidak kalah menariknya dari kelompok dewasa.

pencak silat
Salah satu kesenian yang juga ditampilkan adalah pencak silat. Penampilan gerakan-gerakan silat yang diperagakan oleh seorang salah satu anggota pencak silat hingga gerakan Dowel menggunakan senjata tajam. Cukup membuat penonton kagum dan terkesima.

panitia

Kelancaran acara ini tidak terlepas dari jerih payah panitia dalam mengatur dan mensukseskan acara ini. Penulispun mendapat kesempatan mengambil foto sebagian panitia yang penulis temui di akhir acara pawai berlangsung. Apa yang telah kalian sumbangkan adalah bukti ketulusan kalian untuk tempat kelahiran kalian. Trimakasih atas dedikasi kalian, tetaplah membumi dan menjungjung langit tempat kita bernaung. +_+ (pelajaran untuk penulis)….

 

Sibuknya Memotivasi tanpa Mengenali Diri

Sebuah sunnatullah bahwasannya setiap makhluk hidup yang dciptakan sang khalik tak akan mempunyai kesempurnaan sebagaimana penciptanya. Tapi bukan kesempurnaan yang akan diulas tapi sebuah kualitas yang disematkan di dalam hasil ciptaannya. Oke sebelum mendengarkan ocehanku yang kemungkinan akan panjang dan menyita waktu. Sebagai makhluk hasil ciptaan aku secara hati-hati mengungkapkan kualitasku, bukan untuk mendahului atau lancing terhadap Penciptaku, hanya saja aku mengikuti nasihat yang sering aku dengar saat mengikuti acara training motivasi saat aku masih mahasiswa S1. Nasihatnya seperti ini “ Kenali dirimu dengan baik-baik maka kau tau potensi apa yang dirimu miliki, hiduplah dengan potensi itu karena itu sebuah anugrah yang dianugerahkan Sang Pencipta”. Begitulah nasihat yang aku tangkap dan aku coba untuk aku amalkan.

Aku bukan orang yang terkadang bingung menentukan sesuatu bahakan hanya untuk menentukan apa yang sebenernya sedang aku rasakan. Bukan berarti aku LOLA “ Loading lama”. Tapi kalau diistilahkan dalam permainan catur aku bukan orang yang hanya ingin meraih kemenangan tapi aku menginginkan cara menangku sendiri. Meskipun karena itu aku sering kalah karena aku terlalu lama berpikir dan pada akhirnya semua pion pelindung sudah dipihak lawan. Tapi saat aku menang dengan langkah kudaku yang menghalangi raja lawan. Sebuah kepuasan tersendiri bagiku dan tak terlupakan, menang dengan mengandalkan kuda yang jalannya paling aneh dengan membentuk huruf L itu merupakan tantangan tersendiri buatku. Karena saking sukanya dengan kuda terkadang aku lupa kalau rajalah yang harus aku lindungi, itulah kesalahanku dari banyaknya kekalahan yang aku terima. Ya itulah aku mungkin bukan orang yang kreatif seperti teman-temanku yang punya banyak karya yang bisa dibanggakan. Tapi aku boleh bangga kalau aku sudah mampu berkomitmen, dengan apa yang aku pilih dan aku jalani dalam hidupku. Nah lewat tulisan ini aku ingin memberikan semangat untuk pembaca blogku. Percayalah dengan dirimu , hargai semua usahamu dan ingatlah kita terlahir untuk jadi pemenang jangan pernah berpikir untuk jadi pecundang. Dan tetaplah hidup dengan cara juangmu sendiri.

Mereka yang sukses diluar sana punya kemampuan berjuang masing-masing yang mungkin kita bisa ikuti atau tak dapat kita ikuti, jadi saat ingin menjadi mereka tanyakan dulu pada diri sendiri kemampuan berjuang yang bagaimana yang akan membuatmu mau berjuang dan terus berjuang meraih kesuksesan. Jangan menjadi sedih karena kita tak bisa mengikuti cara juang mereka, tapi bangunlah cara juang kita sendiri. Pada hakikatnya kesuksesan itu adalah kebahagiaannya yang kita rasakan di dalam hati kita bukan pujian atau penghargaan dari orang lain. Karena kesuksesan adalah hasil dari perjuangan kita melawan rasa takut, ketidakbisaan, tantangan hidup, dan masalah yang menggelayut. Jadi hiduplah dengan merdeka, jalani hidup di jalan yang benar menurutmu tapi jangan pernah coba bohongi perasaan hatimu. Karena apa yang kau dengar dan rasa di dalam hatimu adalah sebuah kebaikan dari Penciptamu. Penciptamu berkata melalui hatimu. Ingat kalimat bahwa kata hati selalu benar. Tapi jangan tertipu atau salah menentukan kata hati yang sebenarnya. Oke Kata-kataku sudah membuat pembaca mual sepertinya. Opps maaf, sorry, afwan. Ngapunten…

Balik ke awal tujuan tulisan ini untuk memperlihatkan betapa Pencipta itu telah menciptakan ciptaannya dengan kualitas-kualitas yang unik. Aku akan mendramatisir sebuah fenomena yang terjadi di dalam tubuh manusia agar mudah dibawa berimajinasi dan berperasaan. Haha … 😀 aku hanya mencoba kesukaanku atas kisah drama aku campurkan dalam menerangkan hal yang akan aku sampaikan ini. Jika kalian terbiasa dengan kisah-kisah drama aku yakin kalian akan membacanya dengan penuh penghayatan hingga tulisan ini berakhir. Jika tidak kemungkinan mual kalian akan makin menjadi atau malah muntah sekarang…. Eittts maaf ya… just lebay …

Kau masih berpikirkan setelah membaca penjabaranku diatas. Aku harap tidak ada yang pingsan karena itu belum apa-apa kita masih awal. Kalian pernah tidak tidak berpikir? Pasti kalian akan berpikir untuk mengingatnya. Dan jika tidak berpikir apa yang sebenarnya terjadi di otak kita. Ataukah otak kita akan berhenti bekerja sehingga tak ada impuls saraf yang masuk badan sel? Nucleus? dan di teruskan ke akson? dan menjalar ke dendrite? atau keadaan yang sama dengan kematian dimana semua organ tak berkerja lagi. Jadi keadaan seperti apa yang disebut dengan tidak berpikir. Kalau mengingat pesan Cak Lontong yang harus mikir itu aku jadi gagu untuk menjelaskan. Aku mulai tidak yakin dengan apa yang aku jabarkan karena aku sendiri menerima banyak tanda tanya yang harus aku jawab. Jangan-jangan aku yang akan mual dan bahkan pingsan dengan tulisanku ini…. Aku harus belajar lagi, mungkin cerebrumku sebagai pusat kecerdasanku perlu makanan yang membuatnya makin mudah menentukan pilihan jawaban yang realistis dan bisa di akui keilmiahannya. Cerebrumku mungkin sekarang sedang berkerja sama Hipothalamus untuk membuatku lelah sekarang, dan tengkukku sudah kebanyakan asam laktat sehingga krak krek saat aku gerakkan kepalaku ke kanan dan ke kiri. Jangan sampai otak kecilku bersengkokol membuatku tak sadarkan diri makanya biarkan aku hentikan terlebih dahulu pekerjaan menulisku siang ini akan aku sambung jika aku berminat. Merdekalah dan komitmen…. Salam