Aku Akuilah

Aku itu kamu

Kamu tau siapa kamu

Pendendam dan pemarah yang ku tau

Pendengki dan pecundang bermutu

Yang cuma tau menghayal melulu

Itu dulu

Meski kita tak memilih siapa kita

Tapi kita nyata

Jadi sekarang kenyataan itu kita

Bukankah sangat mengerikan kita

Jika monster ada di diri kita

Bersantailah, berdamailah, nikmatilah

Diam saja saat dia bergejolak

Diam saja saat dia dibentak

Sekali lagi kita tak bisa memilih kita

Aku nasehati, hidupmu cuma secuil waktu

Lalu akankah hanya akan jadi buih

Kerasnya karakter tak musti harus sadis

Kerasnya karakter tak memilih sekali lagi

Aku katakan tak perlu menjadi alien

Tak perlu menghilang

Semua hal akan datang dan pergi

Hanya yang hakiki yang jadi kunci

Kamu diamlah,

Kamu merenunglah

Kamu yakinilah bahwa kamu tak bisa memilih

Kamu hanya cukup diam

Jika memang tak sanggup lagi

Menyingkirlah….

Karena yang akan bertahan hanya ksatria sejati

Tunduklah sejenak jangan dongakkan kepalamu

Sekali lagi kamu tak bisa memilih

Hal satu yang harus kau lakukan

Diamlah….

Aku akan tata apa yang terserak

Aku akan kaji apa yang terpatri

Aku akan menyelami sejuta kata untuk aku katakan padamu

Sekali lagi diamlah

Secuil waktuku dan waktumu akan aku titipkan pada Dia

Biar Dia ikat dengan tali

Biar Dia tautkan hati ke hati

Biar Dia yang ajarkan

Biar Dia, aku dan kamu bersama diwaktu secuil ini

Dia ada dalam diam

Dia ada dalam setiap aku dan kamu

Aku cukup kamu cukup

Dulu biar dulu

Nanti aku kamu diam

Dia ikat kita dalam syukur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s