Arsip Bulanan: Agustus 2015

SAHABAT

patahtumbuh

oleh Ali Radja Arif

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan “sahabat” sebagai kawan, teman; dan sahabat karib sebagai sahabat yang sangat erat. Agama sendiri mengajarkan bahwa bersahabat merupakan salah satu nikmat yang diberikan Tuhan pada manusia. Orang Perancis bisa jadi menerjemahkannya dengan kata-kata ”persahabatan itu seperti anggur, semakin lama semakin nikmat.”

Persahabatan pada hakikatnya adalah cara Tuhan untuk mengurus kita. Ia bersifat manusiawi, sehingga bila orang lain melihat ada dua orang yang bersahabat, hendaknya tidak segera mencapnya sebagai wujud keekslusifan mereka. Malah seharusnya kita belajar dari mereka: ”kalau orang lain bisa sehati, mengapa saya tidak?” Sebaliknya, ini juga mengingatkan pada dua orang yang bersahabat agar tidak eksklusif (tertutup).

Persahabatan yang baik dari dua orang adalah bilamana mereka menunjukkan keinklusifan (terbuka) sehingga hakikat persahabatan itu akan menebar ke mana-mana. Maka akan muncul sahabat-sahabat lain.

Sahabat juga menentukan corak hidup seseorang. Jika salah memilih sahabat, maka berpotensi jelek pulalah orang itu. Seperti yang…

Lihat pos aslinya 699 kata lagi

The Last Good Day of the Year by Jessica Warman – Review by Dana Murphy

Nerdy Book Club

the last good day of the yearIt was late at night when I started reading.  My daughters, Maddie and Katie, were asleep in their bedrooms upstairs.  Our house was almost silent, except for the occasional crackle of the icemaker or the creak of a windowpane.

I started to read, not knowing I would be awake for the next four hours as I told myself over and over ‘just one more chapter.’

The Last Good Day of the Year by Jessica Warman opens with Samantha (age 7), her sister ‘Turtle’ (age 4), and their neighbor and friend, Remy, in the basement of Sam and Turtle’s house.  Their parents are enjoying a party upstairs, laughing and drinking, while the kids get ready to sleep downstairs.

Maybe it was that Sam and Turtle reminded me of my own sister and myself when we were kids.  Turtle is crying because Sam won’t play with her, but eventually Sam feels bad…

Lihat pos aslinya 521 kata lagi

Rasa syukur di HUT RI ke 70

IMG_2057cropped-dsc_0734.jpgIndonesia mereka sebut diri mereka, negri khatulistiwa yang mereka katakan kaya keanekaragaman. Bukan hanya keanekaragaman hayati namun keanekaragaman suku bangsa yang ada di dalamnya. Dunia melihat Indonesia sebagai bangsa yang ramah, murah senyum dan menyenangkan. Mereka dari luar mengagumi apa yang Indonesia miliki. Tak sekedar alam yang indah namun juga kehangatan berinteraksi dengan santunnya budi masyarakatnya. Indonesia kaya itu sebuah kenyataannya.

Di HUT RI ke 70 ini menandakan bahwa indonesia sudah dewasa. Sudah banyak masalah yang menghampiri dan diselesaikan. Sudah banyak sejarah yang berulang. Indonesia masih tetap Indonesia yang terkenal akan kemajemukannya dan alam indah yang terbentang yang orang bilang surga dunia.

Di HUT RI 70 ini kreatifitas Indonesia makin dikenal di dunia. Batik dari berbagai daerah Indonesia, kain tenun dari berbagai Indonesia, kesenian bahkan kuliner dari berbagai daerah Indonesia sudah dapat dipelajari dan dinikmati dunia. Semua ini karena perkembangan teknologi dan kearifan masyarakatnya. Sesuai dengan falsafah ilmu padi “makin berisi makin merunduk”. Meski arus globalisasi acapkali melupakan siapa diri kita. Tapi Indonesia tak akan pernah kehilangan jati dirinya. Karena masih ada mereka yang meneteskan air mata saat mengenang jasa para pahlawan, karena masih ada mereka yang berpeluh keringat menjaga alam Indonesia, karena masih ada mereka yang berpikir keras belajar untuk Indonesia lebih baik.

Tak masalah Indonesia berubah karena di usia ke 70 ini sudah banyak hal yang telah terlewati yang merubah segi-segi kehidupan masyarakatnya. Perubahan ini sebuah keniscayaan. Namun selama lagu Indonesia Raya masih berkumandang dan sang saka merah putih masih berkibar. Indonesia tetap Indonesia yang sama seperti 70 tahun lalu saat lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan dan sang sakamerah putih pertama kali dikibarkan. Inilah Indonesia yang banyak dicintai dan dibanggakan.

Rasa syukur ini akan menambah kecintaan akan berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia. Inilah Indonesia dimana airnya diminum, tanahnya dipijak dan udaranya dihirup selama ini. Syukuri dan nikmati karena Indonesia adalah karunia terindah dari Sang Pencipta. Hidup makin optimis hidup makin agamis hidup makin nasionalis. Ini sebuah harapan dan perubahan mind set yang selama ini selalu pesimis akan semua keadaan yang terjadi. Karena apapun itu pepatah yang mengatakan bahwasannya hujan emas di negeri orang dan hujan batu di negeri sendiri ada benarnya. Tapi semua itu tak akan menjadi masalah selama rasa syukur masih tertanam dalam hati setiap kita. Ya kita adalah Indonesia itu.

Puisi untuk sahabat : INI CINTA

Ini cinta

Sajak ini tertulis karena cinta

Berrima sama detakan jantung

Rindu akan bijak tutur kata

Dan hamparan doa yang diam diam tergantung

Minta kabul pada Yang Esa

Cinta ini tak terukur

Berpeluh kasih bagai lautan dalam

Rindu ini tak akan tertukar

Karena rasa ini satu dalam kelamnya malam

Rindu ini tersimpan

Orang kira dia sembunyi

Karena dia bagai udara yang tertelan

Ada tapi tak tersentuh dibalik sunyi

Cinta ini agung

Rapi dalam balutan rasa malu

Tak perlu ramai oleh pengunjung

Karena dia tahu

Agungnya cinta menggenapkan seluruh palung

Sudah lunas janjiku teman, semoga ini bisa jadi kado seumur hidup pertemanan kita. Tak ada sempurna memang caraku berteman. Tapi aku meyakini pertemanan kita adalah hadiah dari maha sempurna…. love n hug always n forever… never ended…. 🙂

Jpeg

Chapter 1. Judul :Mona, Yuk kita nikah

Tiriritit tiriritit…

Sms masuk.

Mona yang sedang kebetulan online langsung membacanya.

“Hai,,, mentari masih ingat saya. :D”

Mona yang mengira salah kirim karena dipanggil Mentari langsung membalasnya sekenanya.

“Maaf ya gue bukan Mentari, jadi salah sambung”

Tert… terkirim.

Mona tak menunggu lama untuk balasan smsnya. Dan saling smsnya bergulir terus. Sampai pada balasan sms “Mona yuk kita nikah”. Mona sampai lupa dengan penjelajahan dunia mayanya. Dan berlanjut teleponan.

“Hallo…”

“Ya, hallo, ini siapa?”

“Mona, ini saya pacar loe, loe lupa pacar loe waktu SMA.”

“Nah tu tau nama gue, kok panggil Mentari, eh pacar gue yang mana?”

“Oo… pacar mona emang siapa aja?”

” ada beberapa sih, Tio, Regal, Ikas.”

” Tio pacarnya Nita, Regal pacarnya Eka, kalo Ikas pacarnya Bela, kamu pacarku”.

Lalu tiba-tiba, Mona….! Bangun sudah jam setengah 7 kamu gak ngampus apa? Teriakan ibu Dori yang empunya kos dengan suara seriosa nya. Akhir akhir ini baru diketahui ritual bangunin anak kosnya jadi salah satu cara latihan yang manjur untuk nada-nada tinggi, terutama bangunin Mona yang miss telattt.

Mona menceracau “loe siapa ngajakin gue nikah.” Bu Dori terdiam lalu “bangun Mona… siapa coba yang mau ngajak loe nikah?”. “Jadi cuma mimpi ya, ya…. ibu kenapa cepet banguninnya gue belum sempet tau nama yang ngajak gue nikah. Huuu…” . ” kalo tau mau ngapain?” Teriak ibu Dori. “Gue mau tagih ajakannya.” Jawab Mona sekenanya. “Dasar kamu… DABLEKKk”. Cerca ibu Dori sambil berlalu meninggalkan Mona.

Mona pingin lanjutin mimpinya tapi keburu sadar ada kuis sama profesor Bromo, kalo salah-salah lahar panas membakar hati dan jiwa Mona yang lembut.

“Kyaaaa…. gunung Bromo i am coming…. ”

Oke pembaca yang datang ini tester cerpen saya. Ingin sekali saya melihat cerpen dari pandangan kalian. Yang boleh kasih masukan ya…. ^,^v