Rasa syukur di HUT RI ke 70

IMG_2057cropped-dsc_0734.jpgIndonesia mereka sebut diri mereka, negri khatulistiwa yang mereka katakan kaya keanekaragaman. Bukan hanya keanekaragaman hayati namun keanekaragaman suku bangsa yang ada di dalamnya. Dunia melihat Indonesia sebagai bangsa yang ramah, murah senyum dan menyenangkan. Mereka dari luar mengagumi apa yang Indonesia miliki. Tak sekedar alam yang indah namun juga kehangatan berinteraksi dengan santunnya budi masyarakatnya. Indonesia kaya itu sebuah kenyataannya.

Di HUT RI ke 70 ini menandakan bahwa indonesia sudah dewasa. Sudah banyak masalah yang menghampiri dan diselesaikan. Sudah banyak sejarah yang berulang. Indonesia masih tetap Indonesia yang terkenal akan kemajemukannya dan alam indah yang terbentang yang orang bilang surga dunia.

Di HUT RI 70 ini kreatifitas Indonesia makin dikenal di dunia. Batik dari berbagai daerah Indonesia, kain tenun dari berbagai Indonesia, kesenian bahkan kuliner dari berbagai daerah Indonesia sudah dapat dipelajari dan dinikmati dunia. Semua ini karena perkembangan teknologi dan kearifan masyarakatnya. Sesuai dengan falsafah ilmu padi “makin berisi makin merunduk”. Meski arus globalisasi acapkali melupakan siapa diri kita. Tapi Indonesia tak akan pernah kehilangan jati dirinya. Karena masih ada mereka yang meneteskan air mata saat mengenang jasa para pahlawan, karena masih ada mereka yang berpeluh keringat menjaga alam Indonesia, karena masih ada mereka yang berpikir keras belajar untuk Indonesia lebih baik.

Tak masalah Indonesia berubah karena di usia ke 70 ini sudah banyak hal yang telah terlewati yang merubah segi-segi kehidupan masyarakatnya. Perubahan ini sebuah keniscayaan. Namun selama lagu Indonesia Raya masih berkumandang dan sang saka merah putih masih berkibar. Indonesia tetap Indonesia yang sama seperti 70 tahun lalu saat lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan dan sang sakamerah putih pertama kali dikibarkan. Inilah Indonesia yang banyak dicintai dan dibanggakan.

Rasa syukur ini akan menambah kecintaan akan berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia. Inilah Indonesia dimana airnya diminum, tanahnya dipijak dan udaranya dihirup selama ini. Syukuri dan nikmati karena Indonesia adalah karunia terindah dari Sang Pencipta. Hidup makin optimis hidup makin agamis hidup makin nasionalis. Ini sebuah harapan dan perubahan mind set yang selama ini selalu pesimis akan semua keadaan yang terjadi. Karena apapun itu pepatah yang mengatakan bahwasannya hujan emas di negeri orang dan hujan batu di negeri sendiri ada benarnya. Tapi semua itu tak akan menjadi masalah selama rasa syukur masih tertanam dalam hati setiap kita. Ya kita adalah Indonesia itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s