Arsip Bulanan: September 2015

Gulai Belut Suku Batin Merangin

khazanah kuliner nusantara
khazanah kuliner nusantara “belut yang dibaluri bumbu gulai _Gulai Belut khas Suku Batin Merangin Jambi”

Mari makan belut. Ajakan ini tidaklah berlebihan untuk kalian pecinta masakan nusantara karena sajian belut kali ini sangat lezat. Kaya akan bumbu dan rasa pedas khas dari cabe kampung. Dan tentunya tak diragukan lagi gizi yang terkandung di dalamnya. Bahkan belut diyakini dapat mencerdaskan anak-anak.

Beberapa orang mungkin enggan mengkonsumsi belut karena bentuknya yang menyerupai ular dan kulitnya licin seperti cacing serta bau amis tubuhnya. Tapi Suku Batin Kabupaten Merangin Jambi menjadikan belut menjadi bahan masakan yang paling diminati dan bahkan menjadi salah satu sajian yang ada di acara pernikahan Suku Batin dan acara adat lainnya.

Gulai Belut Suku Batin Merangin memiliki cita rasa gurih dari santan kelapa, pedas dari cabe kampung yang jumlahnya sangat banyak dan makin lezat dengan sensasi sayuran pakis yang lembut. Dan tentunya kandungan protein yang terkandung di dalam belut menjadikan gulai belut menjadi salah satu kuliner nusantara yang bergizi tinggi dan sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia yang menyukai masakan yang kaya akan cita rasa.

Dalam pengolahannya Suku Batin memiliki teknik tersendiri untuk membuat belut menjadi tidak amis. Mereka terbiasa menarik serat putih yang ada diantara tulang punggung belut. Mereka menyebutnya dengan istilah benang karena ukurannya sebesar benang dan berwarna putih. Pertama-tama potong kepala belut lalu tarik benang dari punggung belut yang berjumlah dua helai baru kemudian belut dipotong kecil-kecil. Mereka meyakini menghilangkan serat putih dipunggung belut akan menghilangkan bau amis belut.

Bumbu yang digunakan untuk membuat gulai belut juga sangat banyak. Mari simak sedikit resepnya di bawah ini:

Bahan:

Belut 1 kg

Cabe rawit kampung 2 canting haluskan

Pakis 2 ikat

Santan kental (kelapa usia sedang) 1,5 liter – 2 liter

Bumbu:

Daun salam, daun ruku-ruku, serai, ampas sangrai, asam jawa, bawang merah diiris, kunyit haluskan, lengkuas haluskan, garam.

Cara memasak:

  1. Masukkan santan kental kedalam kuali,
  2. Masukkan cabe rawit, kunyit, lengkuas, daun salam, daun ruku-ruku, serai, ampas sangrai, bawang merah, belut,
  3. Panaskan di atas kompor sambil diaduk-aduk, setelah mendidih masukkan daun pakis, tambahkan garam,
  4. Hidangkan bersama nasi hangat.

Nah, inilah sedikit ulasan mengenai gulai belut khas Suku Batin Merangin. Bagi para penyuka rasa pedas resep gulai belut ini bisa jadi pilihan untuk dicoba. So nyammi… :)!

abcd433e97b754d6f71eef71f31b631e


Iklan

Hujan Dan Terlupakan

Sumatera dan Kalimantan menjadi dua pulau yg akhir2 ini banyak di sambangi para pencari berita. Ya karena fenomena alam berupa kabut asap sampai faktor dan dampaknya yang masif di masyarakat. Itulah berita yang mereka kejar. Banyak asumsi yang tumbuh dari banyak kalangan. Terakhir yang sedikit membuatku terpekur asumsi yang mengatakan bahwa kabut asap dan kemarau panjang yang membuat krisis air dan oksigen ini sudah masuk wilayah azab bukan lagi cobaan. Mungkin ada benarnya azab yang masih belum seberapa. Jika Allah berkehendak mungkin bisa saja kabut itu membawa gas beracun dan membunuh semua manusianya.

Azab berkaitan dengan perilaku manusia. Manusia yang tamak, lalai, dan tak pandai bersyukur dan perbuatan maksiat lainnya. Jelas secara ilmiah kabut asap ini karena kebakaran hutan, itu ulah manusia sendiri umumnya. Sedangkan kemarau panjang ini bisa jadi karena efek dari global warming. Lalu sumur2 yang kering karena air tanah mulai habis akibat pohon2 yang ditebangi atau perkebunan sawit yang homogen yang menyerap air tanah cukup banyak. Lalu karena supaya hati sedikit lega perlu ada yang di salahkan. Ya pemerintah lah yang disalahkan karena tak mampu mengurus warganya.

Aku heran dan makin heran kenapa saat di atas sosok yang di harapkan mampu mengurus  orang2 kecil itu berubah gaya berubah rasa dan yang ditakutkan berubah tujuannya. Merakyat katanya rakyatnya belum bermobil mewah ini pake mobil mewah, merakyat katanya snacknya saat rapat snack yang rakyat kecil pun tak mampu menyebut namanya. Merakyat katanya tapi asyik masyuk menebalkan tabungan. Tanpa mereka sadari jika nanti semua di perhitungkan maka merekalah yang ada di barisan depan dan semua kesalahan yang ada dia harus bertanggung jawab. Mungkin sampai ada pertanggung jawaban atas matinya bayi karena ketidaktahuan ibunya mengurusnya. Ya bukan hal yang tak mungkin kan, kalo sudah menjadi pemimpin semua masalah dia yang harus pimpin penyelesaiannya.

Seorang pemimpin pada hakekatnya dia yang hatinya tak pernah tenang memikirkan azab apa yang harus dipikulnya kelak. Dalam hati nya ketakutan terhadap Allah menjadi no satu dibandingkan takut disikut, disundul, digusur kekuasaannya.

Tapi inilah. Hujan kemaren sore memberikan keceriaan dan kelegaan sendiri. Meskipun jika benar jika kabut asap itu azab setidaknya hujan kemaren sore telah mengakhiri azab ini. Dan harapannya hujan akan turun lebih banyak dan merata lagi di Sumatera dan Kalimantan. Amin

Terimakasih ya Allah… alhamdulillah….

Aku sisipkan foto2 kulit tubuh serangga setelah molting. Setidaknya secara ilmiah ini jadi bahan belajar secara filosofi banyak yang telah berganti melupakan baju yang dulu menjadi identitasnya. Aku beri judul “terlupakan”.

Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg

20150908

Semua Lillah

Pasca kuliah, undangan teman marriage is always came, and the same question “kapan nyusul ? ” yg selalu menusuk ulu hati itu. Tentu bikin jengah, dengan apa yang orang tak tahu akan diri kita yang masih mulai beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dengan kondisi saat kuliah. Mulai masalah tak ada lagi uang jajan, pekerjaan dengan gaji ala anak honor, dan lingkungan kerja yang penuh tekanan. Jika diibaratkan itu saat jadi orok kembali yang berusaha tumbuh dan menjadi kuat. Tapi tak masalah ukhti-ukhti senasib seperjuangan. Berkat hal itu aku punya inspirasi untuk menulis surat cinta (eaaa). Sekedar menulis saja… dibilang sok romantis? Eh… saya memang romantis, saya cuma agak bingung berdiplomasi… #abaikan. Meski 8 calon ketua KPK udah tersaring. Intinya kita doakan saja untuk kebaikan indonesia yang sedang kemarau panjang, yang sedang kena tekanan harga dollar yang melambung tinggi, dan pr2 lalu yg menumpuk. Oke balik ke surat… surat ini entah untuk siapa… “jawaban diplomasi seorang jomblo”^^/

Start

Akan ku tunggu, selalu ku tunggu. Sampai Allah meridhai. Apa yang kita inginkan. Apa yang halal untuk kita. Apa yang kita yakini bersama. Semua rasa cinta ini akan mencair, seiring waktu yang makin mendekatkan kita. Tak masalah kini dia beku. Ridha Allah lah yang akan mengizinkannya cair. Tak perlu banyak berkeluh kesah dengan jarak yang kini terbentang. Tak perlu berlari. Cukup berjalan dan menikmati jalan dan pemandangannya. Ini proses yang terasa panjang. Tapi saat ridha dari langit turun, proses ini hanya cerita pendek yang habis dalam waktu 5 menit saja. Dan saat itu cita-cita akan terwujud satu persatu. Kau dan aku akan bersekolah di sekolah kehidupan. Kau sebagai guru yang membimbingku. Sebagai diktatmu adalah Kitabullah. Ayat demi ayat akan kita selami bersama. Demi ridha Allah Swt.

Finish

Ya ukhti yang manis, sesungguhnya apa yang jadi momok tentang kehidupan pasca kampus itu tak akan jadi momok yang menakutkan lagi jika yang kita takuti hanya Allah. Belajar dari Umar Tilmilsani… so save your heart, your mind and all about you have now… because all about you is borroed ” halah inggrisnya ngadat…¬†