Libur, rajinnya libur

Pagi ini bertepatan dengan libur sekolah. Tentu saja aku tak perlu bersiap-siap untuk pergi sekolah. Banyak planning yang terangkai di dalam otakku. Planning pertama planning rancangan teman yang mengajak liburan di kerinci, bayangkan kerinci tempatnya indah bak puncaknya Jambi. Ada gunung, kebun teh, kebun kopi, kebun sayuran dan sawah. Pemandangan yang tak ada di sekeliling rumahku. Tapi lagi-lagi hanya planning yang hanya aku bisa imajinasikan. Untuk pergi ke kerinci stok izinku di tiadakan. Ayahku tak memberi restu aku pergi ke sana. Ya… aku hanya bisa manut…

Libur… libur… libur, gak berputus asa. Aku coba mengisi liburku dengan rajin.

Ya rajin… ketika liburN kebanyakan kita digunakan untuk berleha leha… sampai2 kebiasaan bangun pagi saat hari aktif lama2 menghilang. Ya ini keburukan dan kekuranganku… nah dengan bantuan babang (red. Kucing ku) aku bisa bangun pagi. Babang seperti alarm alami yang hadir di hidupku, sama dengan Mui… 

Babang akan menghampiriku dengan menggoncang tubuhku dengan kakinya, atau menggigit tanganku. Babang tidak selalu mau tidur di kamar, kadang dia lebih memilih tidur di dalam bakul di dapur. Tapi entah mengapa saat pagi pagi sekali dia masuk ke kamarku sekedar mengeong, menggoncang atau hanya menggigit tanganku untuk membangunkanku. Suatu ketika aku memang dibangunkan karena dia ingin pup. Tapi melihat kelakuannya sudah berulang kali aku fikir ini sudah menjadi kebiasaannya. Aku bersyukur Allah kirimkan kucing seperti babang, semoga aku bisa merawatnya dengan baik. Eh untuk sedikit info tentang babang umurnya 8 bulan. :{}

Balik ke tema… Ya Rajin. Belajar jadi rajin itu gampang2 susah. Karena butuh motivasi dan tentu ikhlas dan sabar. Sudah tentu dengan kondisi yang belum tentu dengan kita harapkan. Terkadang seperti menjadi kecambah di tempat gersang.

Suatu saat semua yang sekarang aku usahakan rajin tidak lagi dalam istilah rajin tapi suatu kebiasaan yg rutin aku lakukan seperti babang yang senantiasa membangunkanku di pagi hari.

Jadi tak ada istilah rajinnya libur. Oke guys mari buat diri punya kebiasaan baik. Jadi saat tak terkerjakan rasanya ada yang hilang. Kayak gak tahu kabar dari dia yang baik hati di sana #jiah…  sok romantis…:D,,,^^V… gue emang romantis cuma belum jadi kebiasaan… haha:D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s