Aku tersenyum

Malam ini, aku bersyukur pernah mengenalmu. Semoga akan tetap mengenalmu seumur hidupku. Aku senang dan sekaligus kagum padamu.

Ah… kedalaman bahasamu sungguh membuatku iri dengan ilmu yang kau kandung. Rasanya aku ingin menuntut ilmu kembali mengumpulkan fragmen fragmen sejarah kehidupan tentang alam serta isinya dan mengkoleksi pengalaman yang beragam rasanya. Biar nanti aku jadikan bumbu untuk mendidik anak2ku kelak. Hmm… semoga selalu ada kesempatan untukku menjadi seseorang yang punya kesempatan langka itu.

Akankah rasa iri ini aku bawa berdiam diri saja. Sungguh aku makin kesal rasanya saat aku tahu lubang sempit nan jauh disana ternyata dalam dan indah isinya. Sungguh ini yang aku rasa aku tak rela.

Ya Allah terimakasih atas rasa iri ini. Bimbing aku biar rasa iri ini jadi sumber energi positif untukku untuk jadi seseorang yang haus ilmu… amin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s