Soal Anak Jangan Coba-Coba

Jumat 4 maret 2016 lalu ikut seminar  parenting school di DPW PKS Jambi. Pembicara Ir Ridwan Ajo seorang psikolog dan penulis buku. Nah sekarang, m_lincar mau tuliskan kembali materi yang di dapat semaksimal mungkin. Btw karena sebagai seorang yang belum berpengalaman dengan tema berat ini. Sebelumnya mohon maaf jika penulisan kembali materi ini tidak sesuai dan sinkron sana sini. Dengan semua faktor yang mengurangi dari m_lincar harap dimaklumi. Kalo bisa di validasi dulu ya. Insyaallah tujuannya cuma ingin berbagi ilmu yang di dapat di pelatihan itu.Oke..kk…^^).

Tema yang diusung “Cerdas Menjadikan Anak Kita Sholeh”. Pembicara membuka dengan cerita anak elang yang dibesarkan induk ayam hingga akhirnya si elang mengganggap dirinya juga ayam yang hanya bisa mengais tanah dan makan tanpa mampu terbang tinggi. Namun suatu ketika elang tersebut dibawa terbang tinggi oleh elang dewasa dan kemudian di lepaskan hingga akhirnya dia mengepakan sayap dan terbang juga. Dia baru sadar kalau dirinya seekor elang.

Nah intinya ceritanya banyak dari keluarga yang mengasuh anaknya seperti induk ayam yang tak sukses mengantarkan anaknya menjadi seekor elang. Orang tua salah memberikan persepsi. #disinisajasudahterasaberatyamengasuhdanmendidikanak #scaryjobs ^^”>.

Terus disambung dengan mengemukakan tentang LGBT. Kasus LGBT itu seperti kebakaran yang jika tidak dipadamkan apinya akan sampai ke rumah kita. Kena asapnya saja sudah terbatuk batuk apalagi sudah sampai di lingkungan atau bahkan rumah kita. Kaum LGBT itu dahulu tak seleluasa saat ini. Dulu gak pake istilah gay tapi bencong atau pelacur. Jadi masih ada rasa malu untuk mengakui tapi dengan istilah gay atau transgender budaya malu itu tidak ada lagi bahkan kehidupan sosial memberikan ruang yang luas untuk mereka. #kaloinibener2scary  #bahkanmaumenuliskaniniadarasatakut. Oke this is just share information not to judge or give opinion.

Nah bahayanya dengan semua kemajuan IT kemudahan disana sini mengakses bahkan adanya orang pedofilia di luar sana yang kita tidak tahu siapa tentunya mengancam anak2. Nah maka perlu ada antisipasi dan mempelajari ilmu untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh.

Oke sebelumnya kita pelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan anak menjadi LGBT:

  1. Kurang vitamin A, ayah maksudnya seorang anak harus mendapatkan didikan ayahnya bukan hanya ibunya saja karena ayah adalah sosok elang dewasa yang mampu menyadarkan siapa anak sebenarnya. #sojanganhanyaberpikirtugasayahhanyamencarinafkahya… bahkan pembicara menyayangkan kenapa di TK tidak ada guru pria seharusnya ada jadi anak bisa melihat sosok yang tegas.
  2. Tidak ada sosok elang dewasa. Artian di sini tidak ada sosok tegas dan berani yang membimbing anak2 di contohkan di TK semua gurunya perempuan semua menunjukkan feminisme. Jadi wajar anak didik meniru gaya perempuan. Inget sejak dini pula itu…. #kecolongan:(
  3. Keegoisan ayah dan ibu. Tidak ada keinginan untuk belajar. Sibuk dengan aktivitas di luar rumah merasa mampu memberikan liburan mahal kehidupan layak sudah berani bilang sudah hebat jadi ayah dan ibu.
  4. Salah memberi persepsi. Ini sulit memang karena sudah menjadi paradigma berpikir masyarakat kebanyakan. Anak dikatakan sukses jika sudah jadi pegawai (zona nyaman). Meskipun bukan hal yang perlu disalahkan juga. Tapi hal ini akan membatasi anak. Itu baru persepsi tentang sukses. Belum tentang yang lain. Salah informasi (anak tidak mampu mengolah emosi). Yang punya IP tinggi akhirnya memilih bunuh diri saat ada masalah. Karena anak tersebut tidak memiliki mental anak sholeh.

Nah ada cara yang perlu dimulai praktiknya untuk membentuk anak shaleh berkarakter baja dan bermental baja.Gunakan 5 bahasa cinta :

  1. Ada waktu bersama dengan anak. Buat waktu bersama yang terjadwal seperti shalat jamaah, belajar, dll
  2. Memberikan hadiah
  3. Ungkapan cinta untuk anak
  4. Sentuhan fisik (gandeng tangannya)
  5. Pelayanan

Ada penerapan sistem pendidikan yang positif (penuh motivasi dan pujian) dan sistem pendidikan negatif (yang melawan mental) misalkan anak dilatih untuk menghadapi guru saat bayaran spp telat. Tujuannya semata mata agar anak bisa survive di segala kondisi. Ada istilah “kalau ingin membunuh anak mudah saja beri saja kemudahan.

Perlakuan yang beda untuk usia anak yang beda.

SD_Kehati dulu baru nyambung. (Masa budak). Berilah perintah disuruh2 agar otot dan mental anak terbentuk.

SMP_dari hati kehati jadikan sahabat.

Anak sudah terlanjur nakal bagaimana? Salah satu pertanyaan seorang peserta.

Jawabannya : untuk masalah anak tidak ada kata terlanjur  sampai anak mati. Tidak ada kata menyerah. Dimulai dari hijrahnya orang tua. “Semakin pinter orang tua semakin pinter anak2nya, semakin sholeh orang tua maka semakin sholeh anak2nya” . Carilah elang2 dewasa (guru ngaji, misalnya) dan jauhi kebiasaan yang merugikan (menonton tv dll).

Dalam mendidik anak gunakan ilmu walaupun bukan ilmu tapi.Walaupun punya orang tua guru tapi PR selalu kerjakan sendiri. Dibanding dia mengerjakan PR tapi yang kerjakan orang tuanya.

Parenting school di tutup dengan kisah upin dan ipin yang melempar  biji mangga. biji mangga upin jatuh di atas tanah sedangkan biji mangga ipin jatuh di atas kresek asoy. Dengan adanya hujan, sinar matahari, dan hara yang ada di dalam tanah. Setelah bertahun2 biji mangga upin sudah berbuah dan berkembang biak sedangkan biji mangga ipin entah kemana.

Intinya sebagai orang tua harus ikhlas (menempel di tanah). Segala sesuatu Allah yang atur.

Alhamdulillah, selesai juga. Thank you sudah baca hingga kelar. Semoga ada hikmah  dan pelajaran yang bisa diambil. Sekali lagi maaf blog ini hanya membagikan apa yang telah diterima m_lincar di pelatihan parenting school. Segala kekurangan dan kekhilafan mohon di maafkan dan dimaklumi.

Finish\^^/♡♡♡♡♡

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s