Mempeh Umah

Paste a Video URL Suatu tradisi dari dahulu kala yang dilakukan oleh masyarakat Etnis Batin di Dusun Baru Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jika ada seseorang yang terkena musibah berupa luka pada tubuhnya akibat kecelakaan atau terkena benda tajam maka tradisi ini dilakukan. Tradisi ini diawali oleh persiapan pembuatan makanan yang wajib dihidangkan yaitu bubur putih (bubur tepung beras yang rasanya manis), kemudian mempersiapkan serabut kelapa, beras dan kunyit. Prosesinya sendiri dimulai oleh seorang tua tengganai yang menghampiri rumah pemilik luka, mengetuknya dengan keras sambil menyuruh tuan rumah keluar,kemudian dengan para tamu (tetangga) melempar rumah dengan serabut kelapa, hingga yang punya rumah keluar, dalam hal ini diwakili pula oleh seorang tua tengganai yang keluar dengan membawa tongkat kemudian menanyakan apa maksud kedatangannya lalu mempersilahkan semua tamu masuk rumah. Di dalam rumah orang yang terkena luka duduk dan kemudian setiap tamu mengunyah beras dan kunyit lalu disemburkan pada orang yang terkena luka. Lalu setelah itu para tamu makan bubur putih yang telah disediakan. Tradisi ini dilakukan dengan harapan agar pemilik luka lekas sembuh dan tidak akan lagi terkena musibah. Nah… Khasanah Budaya Indonesia ternyata penuh keunikan tersendiri bukan, perlu diketahui bahwa kata mempeh berarti “melempar” dan rumah berarti “rumah”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s