Kita dimana?

Ini masa yang tak sedikit.Berlarian dalam sebuah neraca dunia yang labil. Saat sebaris telah menjadi kita lalu menjadi kami, lalu kita dimana? Ya lalu kita dimana? Apakah kita orang yang tersesat atau mungkin kita lambat atau sengaja melambat. Ya kita juga tak tahu.

Ini masa yang tak sedikit tapi ini masa yang akan cukup habis dalam waktu 5 menit setelah kita. Sebuah logika membantu, sebuah keyakinan menguatkan dan sebuah harapan masih menyala. Iya. Tak perlu merinci seberapa banyak jumlah sekon yang menyapa. Cukup duduk dan damaikan hati dengan Firman-Nya. Bicaralah, yakinilah, dan biarkan berlalu. Hanya cukup duduk sejenak  dengan tunak. Meski tak setunak orang shalih yang tak nampak dipersinggahan namun kabarnya sudah banyak hadir di tujuan.

Semua cukup berbagi empati saja saat singgah jika suasana hujan biarlah sama-sama berteduh. Tak perlu menunjukkan merek mobil, motor, sepeda. Ya semua sedang dalam perjalanan apapun kondisi di perjalanan tak akan membuat tujuan yang dituju berbeda.

Ini adalah surat tersirat, ini adalah doa yang lekat, ini adalah jawaban membingungkan. Tapi ini tanya yang dalam atas semua rasa.

Ya Allah semua telah tergores, semua telah terbagi rata, semua yang Dari-Mu. Ampunkan semua kecongkaan ini juga apa yang hitam disana. Tanya yang tak diiringi ikhtiar. Tanya yang tak diiringi doa Tanya yang tak gunakan Tata krama yang sepatutnya. Ya Allah sampaikan. Ya Allah engkaulah Maha Pengabul Doa.

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s