Hilang

Hilang

Iklan

Suguhan Senja

Bilang saja ini kelakar
Yang dibuat bukan untuk makar
Sambil duduk duduk ringan
Bacaan segar untuk penyulut angan

Sebutlah dia pemungut ridho
Berjalan gontai ke sana ke mari
Bertaruh waktu penuh risiko
Berlaku mencari bersusah di diri

Dunia memang fana adanya
Banyak kita tertipu bayang cermin
Tak sadar hati dibuat merana
Padahal esok bisa jadi sudah dingin

Emas permata biar jadi pandangan
Lelah penat mata tak akan jadi soal
Shalat puasa jadikan haluan
Kaya tak serta merta lupa amal

iin

Soal Anak Jangan Coba-Coba

Jumat 4 maret 2016 lalu ikut seminar  parenting school di DPW PKS Jambi. Pembicara Ir Ridwan Ajo seorang psikolog dan penulis buku. Nah sekarang, m_lincar mau tuliskan kembali materi yang di dapat semaksimal mungkin. Btw karena sebagai seorang yang belum berpengalaman dengan tema berat ini. Sebelumnya mohon maaf jika penulisan kembali materi ini tidak sesuai dan sinkron sana sini. Dengan semua faktor yang mengurangi dari m_lincar harap dimaklumi. Kalo bisa di validasi dulu ya. Insyaallah tujuannya cuma ingin berbagi ilmu yang di dapat di pelatihan itu.Oke..kk…^^).

Tema yang diusung “Cerdas Menjadikan Anak Kita Sholeh”. Pembicara membuka dengan cerita anak elang yang dibesarkan induk ayam hingga akhirnya si elang mengganggap dirinya juga ayam yang hanya bisa mengais tanah dan makan tanpa mampu terbang tinggi. Namun suatu ketika elang tersebut dibawa terbang tinggi oleh elang dewasa dan kemudian di lepaskan hingga akhirnya dia mengepakan sayap dan terbang juga. Dia baru sadar kalau dirinya seekor elang.

Nah intinya ceritanya banyak dari keluarga yang mengasuh anaknya seperti induk ayam yang tak sukses mengantarkan anaknya menjadi seekor elang. Orang tua salah memberikan persepsi. #disinisajasudahterasaberatyamengasuhdanmendidikanak #scaryjobs ^^”>.

Terus disambung dengan mengemukakan tentang LGBT. Kasus LGBT itu seperti kebakaran yang jika tidak dipadamkan apinya akan sampai ke rumah kita. Kena asapnya saja sudah terbatuk batuk apalagi sudah sampai di lingkungan atau bahkan rumah kita. Kaum LGBT itu dahulu tak seleluasa saat ini. Dulu gak pake istilah gay tapi bencong atau pelacur. Jadi masih ada rasa malu untuk mengakui tapi dengan istilah gay atau transgender budaya malu itu tidak ada lagi bahkan kehidupan sosial memberikan ruang yang luas untuk mereka. #kaloinibener2scary  #bahkanmaumenuliskaniniadarasatakut. Oke this is just share information not to judge or give opinion.

Nah bahayanya dengan semua kemajuan IT kemudahan disana sini mengakses bahkan adanya orang pedofilia di luar sana yang kita tidak tahu siapa tentunya mengancam anak2. Nah maka perlu ada antisipasi dan mempelajari ilmu untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh.

Oke sebelumnya kita pelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan anak menjadi LGBT:

  1. Kurang vitamin A, ayah maksudnya seorang anak harus mendapatkan didikan ayahnya bukan hanya ibunya saja karena ayah adalah sosok elang dewasa yang mampu menyadarkan siapa anak sebenarnya. #sojanganhanyaberpikirtugasayahhanyamencarinafkahya… bahkan pembicara menyayangkan kenapa di TK tidak ada guru pria seharusnya ada jadi anak bisa melihat sosok yang tegas.
  2. Tidak ada sosok elang dewasa. Artian di sini tidak ada sosok tegas dan berani yang membimbing anak2 di contohkan di TK semua gurunya perempuan semua menunjukkan feminisme. Jadi wajar anak didik meniru gaya perempuan. Inget sejak dini pula itu…. #kecolongan:(
  3. Keegoisan ayah dan ibu. Tidak ada keinginan untuk belajar. Sibuk dengan aktivitas di luar rumah merasa mampu memberikan liburan mahal kehidupan layak sudah berani bilang sudah hebat jadi ayah dan ibu.
  4. Salah memberi persepsi. Ini sulit memang karena sudah menjadi paradigma berpikir masyarakat kebanyakan. Anak dikatakan sukses jika sudah jadi pegawai (zona nyaman). Meskipun bukan hal yang perlu disalahkan juga. Tapi hal ini akan membatasi anak. Itu baru persepsi tentang sukses. Belum tentang yang lain. Salah informasi (anak tidak mampu mengolah emosi). Yang punya IP tinggi akhirnya memilih bunuh diri saat ada masalah. Karena anak tersebut tidak memiliki mental anak sholeh.

Nah ada cara yang perlu dimulai praktiknya untuk membentuk anak shaleh berkarakter baja dan bermental baja.Gunakan 5 bahasa cinta :

  1. Ada waktu bersama dengan anak. Buat waktu bersama yang terjadwal seperti shalat jamaah, belajar, dll
  2. Memberikan hadiah
  3. Ungkapan cinta untuk anak
  4. Sentuhan fisik (gandeng tangannya)
  5. Pelayanan

Ada penerapan sistem pendidikan yang positif (penuh motivasi dan pujian) dan sistem pendidikan negatif (yang melawan mental) misalkan anak dilatih untuk menghadapi guru saat bayaran spp telat. Tujuannya semata mata agar anak bisa survive di segala kondisi. Ada istilah “kalau ingin membunuh anak mudah saja beri saja kemudahan.

Perlakuan yang beda untuk usia anak yang beda.

SD_Kehati dulu baru nyambung. (Masa budak). Berilah perintah disuruh2 agar otot dan mental anak terbentuk.

SMP_dari hati kehati jadikan sahabat.

Anak sudah terlanjur nakal bagaimana? Salah satu pertanyaan seorang peserta.

Jawabannya : untuk masalah anak tidak ada kata terlanjur  sampai anak mati. Tidak ada kata menyerah. Dimulai dari hijrahnya orang tua. “Semakin pinter orang tua semakin pinter anak2nya, semakin sholeh orang tua maka semakin sholeh anak2nya” . Carilah elang2 dewasa (guru ngaji, misalnya) dan jauhi kebiasaan yang merugikan (menonton tv dll).

Dalam mendidik anak gunakan ilmu walaupun bukan ilmu tapi.Walaupun punya orang tua guru tapi PR selalu kerjakan sendiri. Dibanding dia mengerjakan PR tapi yang kerjakan orang tuanya.

Parenting school di tutup dengan kisah upin dan ipin yang melempar  biji mangga. biji mangga upin jatuh di atas tanah sedangkan biji mangga ipin jatuh di atas kresek asoy. Dengan adanya hujan, sinar matahari, dan hara yang ada di dalam tanah. Setelah bertahun2 biji mangga upin sudah berbuah dan berkembang biak sedangkan biji mangga ipin entah kemana.

Intinya sebagai orang tua harus ikhlas (menempel di tanah). Segala sesuatu Allah yang atur.

Alhamdulillah, selesai juga. Thank you sudah baca hingga kelar. Semoga ada hikmah  dan pelajaran yang bisa diambil. Sekali lagi maaf blog ini hanya membagikan apa yang telah diterima m_lincar di pelatihan parenting school. Segala kekurangan dan kekhilafan mohon di maafkan dan dimaklumi.

Finish\^^/♡♡♡♡♡

Menulis Diary Harian

Beberapa pasti tahu kalau angkatan hidup 90an ke bawah familiar dengan buku harian. Beberapa buku diary bahkan punya gembok dan kunci karena isi buku diary itu sangat rahasia sama seperti rahasia negara yang beberapa waktu lalu sukses disadap oleh pihak yang punya kebutuhan tersendiri. #yasudahlah ^^)

Nah, sekarang m_lincar pingin berbagi cara memulai menulis diary. Untuk saat ini mungkin kesannya sangat konvensional dan gak keren B). Meskipun blog dan sosial media lebih keren terkadang ada saatnya saat menulis di media sosial tak se leluasa menulis di buku harian. Betulkah???? Betul….

Selain itu dengan kita mempunyai buku harian. Paling tidak kemampuan bahasa kita berkembang dalam bidang skill menulis dan mengarang. Dan tentunya karena buku rahasia ini sangat privasi bagi pemiliknya terkadang menulis menjadi salah satu treatment untuk mengolah emosi. Nah… keren kan ternyata memiliki buku diary itu…. #sangat menarik~^^~.

Oke…lets go..

Pertama awali menulis dengan menggambarkan suasana yang kita alami hari ini.

Lengang sekali jalan-jalan yang aku lalui siang tadi sepulang sekolah. Awan mendung memang dan tak ada aku jumpai banyak aktivitas di luar rumah seperti biasanya. Kesunyian itu membuatku seperti ada di waktu yang beda di dimensi yang lain. Seperti masuk ke film di tv hitam putih yang ada tempo dulu. Bahasa sekarang BAPER. Setelah beberapa waktu rinai rintik hujan lembut menyapaku semakin lama titik air hujan itu besar dan kerap. Aku hentikan laju motorku dan kukenakan mantel kuning andalanku. Suasana masih gerimis hingga sampai di desa ku dan makin mendekati rumahku cuaca berbalik matahari terik. Dan bisa dipastikan mantel hujan di tengah teriknya matahari akan menimbulkan keanehan sendiri. Ya beberapa mata memperhatikanku dengan mantelku. Aku coba tutup rapat kaca helmku tapi warna kuning dari mantelku sangat mencolok sehingga menarik perhatian mereka para pengemudi lain. Dan hari ini aku cukup banyak mendapatkan perhatian berkat mantel kuningku. Terimakasih mantel kuningku without you i am nothing in rainy day… ^^/.

Nah bisa jugaa mengawali menulis diary dengan membuka percakapan seperti sedang berkomunikasi dengan seseorang.

Hy diary…(sapaan paling umum di buku diary, bisa diganti dengan nama lain yang lebih lucu dan paling disukai) ….#pokoke whatever lah :).

Hy diary…

Hari ini dia datang menghampiriku seperti biasa saat dia datang semua mata akan memandangiku. Aku sih biasa saja mungkin mereka yang berlebihan. Hidupku sudah ada yang mengatur jadi pandangan dan pendapat siapapun tentang hidupku ya tak perlu dianggap benar2. Karena mereka memang punya pikiran masing-masing. #hujan ^^/

Nah masih banyak cara memulai menulis buku harian. Semakin sering dan terbiasa menulis akan memudahkanmu untuk membuat karya tulis atau karya sastra lainnya. Nah yang punya tugas buat puisi gak bakalan takut kehilangan atau kekurangan diksi. Yang punya tugas buat pidato tak perlu khawatir membuat alur bicara. Yang mau buat prosa semakin merasa merdeka dengan semua ide yang ada di kepala.

M_lincar bukan guru bahasa dan sastra hanya menyukai bahasa dan sastra. Dan tak semua yang tertulis ini benar secara teori. Tapi sekedar berbagi tentang buku harian. Gaya bahasa kan teorinya mana suka / arbiter. Jadi m_lincar tak takut untuk mengangkat tema ini.

Oke i think enough… thank you for reading my blog please give me suggestion to will be a good blogger…

Alhamdulillah… makasih Ya Allah…. \^^/.♡♡♡♡♡

Lagu TK

Jari jempol

jari telunjuk

jari tengah yang panjang

Jari manis pakai cincin

Jari kelingking yang kecil

Ku berhitung 1234 dan 5

Duduk rapi angkat tangannya

Mari kita berdoa….

Doa sesudah makan dan minum…

 

Tentang Tausyiah Cinta

Baru tadi pagi aku berbasah air hujan yang enggan berhenti menuju sebuah bioskop di kotaku bersama seorang temanku. Sempat beberapa kali berteduh untuk mengalah dengan rinai rintik hujan yang kekeh turun tanpa sedikitpun berempati dengan niatku untuk menonton bersama teman-temanku. Tapi aku malah merasakan sensasi yang menyenangkan. Aku selalu merasa excited banget karena aku puas menertawakan diriku. #hehe ^^C

Libur dua hari ini membuatku sungguh bahagia. Jenuh yang menggunung, its about feeling flat,bored, just been in past. Bertemu banyak teman dan adik-adik tingkat mendengar banyak tentang kabar mereka itu sungguh memuaskan perasaanku yang merindukan masa dimana aku berada di dalamnya.

Nonton bareng bersama salah satu aktornya. Tausyiah Cinta itu nyentil banget. Keadaan seorang aktivis dakwah tak serta merta membuat yang melakoninya hidup tanpa masalah. Perdebatan panjang antara kewajiban dan hak sebagai bagian dari kehidupan  itu tak selalu bisa dipenuhi. Sedang sebuah pemakluman bahwa diri tak mampu sempurna kerap kali dianggap sebagai cacat yang tak termaafkan.

“sungguh setiap kita hanya sedang berusaha memberikan yang terbaik pada kehidupan. Setiap diri kita beda dan akan tetap beda. Tapi setiap kita inginkan yang terbaik. Semoga Allah SWT senantiasa mengingatkan dan menanamkan cinta dan kasih ke dalam masing-masing hati kita. Sehingga apa yang kita lakukan bertujuan lillah dan mengandung manfaat untuk sesama. Memandang langit yang tinggi namun tetap menapak di bumi.”

Aku tersenyum

Malam ini, aku bersyukur pernah mengenalmu. Semoga akan tetap mengenalmu seumur hidupku. Aku senang dan sekaligus kagum padamu.

Ah… kedalaman bahasamu sungguh membuatku iri dengan ilmu yang kau kandung. Rasanya aku ingin menuntut ilmu kembali mengumpulkan fragmen fragmen sejarah kehidupan tentang alam serta isinya dan mengkoleksi pengalaman yang beragam rasanya. Biar nanti aku jadikan bumbu untuk mendidik anak2ku kelak. Hmm… semoga selalu ada kesempatan untukku menjadi seseorang yang punya kesempatan langka itu.

Akankah rasa iri ini aku bawa berdiam diri saja. Sungguh aku makin kesal rasanya saat aku tahu lubang sempit nan jauh disana ternyata dalam dan indah isinya. Sungguh ini yang aku rasa aku tak rela.

Ya Allah terimakasih atas rasa iri ini. Bimbing aku biar rasa iri ini jadi sumber energi positif untukku untuk jadi seseorang yang haus ilmu… amin…

Ini hati bukan hardisk

Kata orang kita harus jaga hati

Sama halnya hardisk musti dijaga

Aku mulai rikuh dan mulai overthingking. Disana sini banyak simbol yang tak tahu maknanya apa.Dan tindakan gilaku aku mulai menafsirkannya sendiri. Aku rikuh untuk menuliskan apa yang aku maknai. Jelas secara hati aku takut mendahului takdir Allah SWT. Tapi ini hati bukan hardisk yang bisa di format kapanpun. Aku sudah katakan biarlah aku tak berhati karena hatiku aku titipkan pada pemberi nafasku. Biar hanya Dia yang bereskan, atur atau leyapkan. Tapi sungguh ini hati bukan hardisk, kondisinya beda saat yang satunya tak tahu apa perangkatnya yang satu perangkatnya jelas. Sungguh meskipun azam itu telah bertahun tahun,,, rasa sakit itu tetap ada. Lebih tepatnya hati sedang tak sehat. Aku tak ingin terlalu menggunakan pikiranku, terlalu subjektif  pandanganku. Biar saja aku tak berhati. Biar saja…

Biarlah semua yang telah terjadi dari buah kebodohanku akan mengalir seperti sungai yang rasa airnya pahit. Sehingga saat aku yang tak berhati ini akan melakukan sesuatu akan berpikir dan mengenang pahitnya. Sungguh ini hati bukan hardisk.

Pahit. Dan cukup aku saja yang kecap. Aku sadar dan sadarku setelah sadar ini hati bukan hardisk. Ya Allah sungguh aku memohon kebaikan dari sisiMu. Kebaikan yang bisa dirasakan semuanya. Ya Allah aku berlindung dari kebodohan dan kebodohan masa laluku. Terimalah aku disisiMu pertemukan aku dengan para kekasihMu.

Aku dalam rikuhku mengetuk pertolonganMu , mohon limpahkanlah keridhoanMu di hidupku.

Ini hati bukan hardisk.