Semua tulisan dari Muiya

Tentang Muiya

aku ingin jadi manusia yang merdeka dan sadar, dan apa yang aku lakukan adalah apa yang ada di hatiku, aku tak ingin jadi pecahan yang hilang dan tak kembali untuk membuat kesempurnaan

ASSALAMUALAIKUM

Menunggu waktu

Barisan ingatan melintas

Ya, ternyata sangat Banyak

Malu ternyata semuanya bergenre “ngeluh”.

Semuanya tentang hati yang rapuh

Malu ternyata itu

Bisa jadi pertanyaan akan iman

Letak syukur yang tak terdeteksi.

Ya, Allah semuanya tentangku Engkaulah yang lebih paham, benar salahnya Engkau pula yang tentukan. Sedih ya memang sedih,

Ya Allah, sungguh hamba tak tahu apa2. Tunjukilah bimbinglah hamba dijalanMu.

Iklan

Puisiku

Aku berpuisi

Tak banyak diksi

Hanya puisi diam

Dalam malam kelam

Puisiku bukan kata

Puisiku hanya gemiricik hujan

Dalam kotak gempita

Spesial dan penuh riuh cerita

Aku berpuisi

 

 

 

 

Si tukang ketuk pintu

Malam menjelang sayang

Desau gemuruh air yang bergemericik menimpa lantai sumur terdengar

Iya air wudhu sedang di ambil

Pangkal semua ibadah menghadapMu.

Ya! Mak kini sudah pandai bertanya

Sebab perkara si tukang pengetuk pintu akhir akhir ini.

Mak! tampak mulai nampak gelisah. Dulu waktu lampau aku ingat Mak bilang, perkara itu bikin semua fokusmu hilang. Dan kini perkara itu pula yang membuat fokus Mak. Aku tak tahu bagaimana jadinya ini Mak, aku tak mungkin bisa berkata hal pasti tentang si tukang pengetuk pintu.

Aku sendiri masih tak tahu, apalagi pengetuk pintu itu tak pula menyalami tangan hebatmu Mak,

Ya,Mak ada yang hanya mengetuk namun masih bingung hendak masuk atau tidak, ada pula yang belum apa2 pintunya didobrak hancur, ada yang ketukannya terdengar samar samar namun ya Mak samar pula pengetuknya.

Mak,pintunya ada yang bilang tak mampu mengeluarkan bunyi ketukan saat diketuk padahal mungkin karena hujan  kemaren lusalah yang membuat basah kayunya. Jadi hanya menunggu kering untuk mendengar ketukannya.

Ya,Mak pintu ini cuma pintu dari kayu yang sudah pernah pula rusak. Jadi sabarlah Mak akan ada masanya perkara ini berlalu. Tak usah risau akan pengetuk pintu. Dia nanti akan takzim padamu Mak, penuh rasa hormat saat memasuki pintu kayu itu.

Mak, dalam doa panjangmu, ada sebait sendiri untukku. Semoga Allah mengabulkan doamu Mak.

Si pengetuk pintu yang budiman, jangan ketuk jika tak ingin masuk, kasihan pembuka pintu. Jangan mengintai nanti dikira hendak singgah, jangan pula tanpa rasa pintu terkunci dipaksa pula.

Ya, aku hanya berharap Allah menyayangi Mak selalu. Maaf sudah membuat Mak jadi sibuk dengan pintu dan si pengetuk pintu. Love you Mak… :-).

Arah cara

Apa yang seharusnya muslimah lakukan,? Ia yang harus mematuhi ajaran yang rasul telah sampaikan. Muslimah yang baik itu seperti apa? Yang taat beribadah. Patokan seorang tersebut telah taat apa khususnya pada muslimah? Yang tak pernah tinggal shalat, puasa, dan berakhlak baik. Lalu apakah sudah pernah ada seorang yang seperti itu yang pernah ditemui? Sudah insyaallah ada di depan saya. Semua tak ada yang sempurna. Lalu apa yang dilakukan jika kekurangan itu tersingkap di kemudian hari? Saya sebagai pemimpin sebuah keluarga juga punya peran sebagai guru dan sahabat, saya akan memaksimalkan peran saya itu. Lalu hanya kepada Allah lah saya bertawakal. Jika lingkungan memaksa suatu kondisi dimana pemahamanmu tak mampu diterapkan dan kondisi di mana pasangan hidupmu tak bisa membantu banyak? Saya tahu tak semua orang satu ide dan pemikiran dengan saya tapi saya yakin Allah tak akan membuat saya sendiri.Teguhnya iman menjadi kunci dimana hidup akan bermakna. Sedikit anti mainstream, tak familiar, tapi tindak tanduknya menyapa hati, menebar manfaat, mencintai penciptanya, dan memberikan tauladan sebagai generasi yang meneruskan perjuangan rasul.

Dalam sirah nabawi rasul selalu diberi benteng untuk tidak melakukan maksiat. Allah mencintai rasulullah, dan rasulullah sangat mencintai umatnya. Sungguh cinta yang luar biasa bagi umatnya. Alhamdulillah…

Memahami arti kehilangan

Sabtu 5 november 2016 selepas subuh di rumah sakit umum bulian mbah (nenek) ku menghembuskan nafas terakhir nya. Duka meliputi keluarga besarku tak terkecuali aku. Aku saat itu mencoba untuk bisa tegar dan pasrah. Aku menghalau hujan menuju rumahku . Aku yang sehari sebelumnya memang tak pulang ke rumah karena selepas geladi acara di kantor bupati aku menemani mbah di rumah sakit. Sesampai di rumah aku hanya memandang banyak orang di rumahku dan aku tak tau harus bagaimana. Aku yang basah kuyup karena hujan mencari baju ganti dan handuk kemudian mandi. Dan menanti mbah pulang. Ambulan berhenti di depan rumahku. Mbahku dimasukkan ke dalam rumah. Dan disiapkan untuk dimandikan. Seorang ibu paruh baya berbicara dengan sedikit tegas ” iku mbah tinggal siji2ne mandine dipangku wae ra mang ngenggo gedebok pisang”. Aku iyakan permintaannya. Itu yang hanya aku bisa lakukan untuk mbahku yang kusayang dan menyayangiku. Selamat jalan mbah, ini hanya sebuah perpisahan semata aku yakin Allah akan menyatukan kita di surgaNYA. amin.

It ‘s about sickness

Nothing someting to do, all of stories had done and I see and I know I have sickness. I just trying to  protect my wound. I won’t to doing something wrong again. It’s so sadness. Maybe, my way to give protect myself so bad. And maybe peoples are angry about it. But please trying to know me. I just won’t my life is so hard. I choice silent and go way to still keep my wound to can be healthy. Whatever I don’t know must be? I don’t know it’s will be anything broken. In my own opinion it’s way who must be choice.

Ya Allah ini caraku, tunjukanlah jalan yang benar, karena sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Benar. Ya Allah semua milikMu semua menurut kehendakMu semua atas kuasaMu. Angkat dan hilangkan rasa sakit ini jauhkanlah dari rasa sakit ini dan gantilah dengan rasa yang indah. Engkaulah pengabul doa… kabulkanlah… amin

Kita dimana?

Ini masa yang tak sedikit.Berlarian dalam sebuah neraca dunia yang labil. Saat sebaris telah menjadi kita lalu menjadi kami, lalu kita dimana? Ya lalu kita dimana? Apakah kita orang yang tersesat atau mungkin kita lambat atau sengaja melambat. Ya kita juga tak tahu.

Ini masa yang tak sedikit tapi ini masa yang akan cukup habis dalam waktu 5 menit setelah kita. Sebuah logika membantu, sebuah keyakinan menguatkan dan sebuah harapan masih menyala. Iya. Tak perlu merinci seberapa banyak jumlah sekon yang menyapa. Cukup duduk dan damaikan hati dengan Firman-Nya. Bicaralah, yakinilah, dan biarkan berlalu. Hanya cukup duduk sejenak  dengan tunak. Meski tak setunak orang shalih yang tak nampak dipersinggahan namun kabarnya sudah banyak hadir di tujuan.

Semua cukup berbagi empati saja saat singgah jika suasana hujan biarlah sama-sama berteduh. Tak perlu menunjukkan merek mobil, motor, sepeda. Ya semua sedang dalam perjalanan apapun kondisi di perjalanan tak akan membuat tujuan yang dituju berbeda.

Ini adalah surat tersirat, ini adalah doa yang lekat, ini adalah jawaban membingungkan. Tapi ini tanya yang dalam atas semua rasa.

Ya Allah semua telah tergores, semua telah terbagi rata, semua yang Dari-Mu. Ampunkan semua kecongkaan ini juga apa yang hitam disana. Tanya yang tak diiringi ikhtiar. Tanya yang tak diiringi doa Tanya yang tak gunakan Tata krama yang sepatutnya. Ya Allah sampaikan. Ya Allah engkaulah Maha Pengabul Doa.

 

 

 

 

 

Tekong untuk Nebraska

Hallo, how are you?

Hallo, I am fine thank you

Who do you see?

I see Fajar looking at me.

“Ibu bacanya seperti apa buk? “Tunjuk fajar pada kata who di papan tulis. Fajar mengucapkan dengan pelafalan yang terdengar “wo”. Semua anak kelas sepertinya mempunyai pertanyaan yang sama. Mata mereka terfokus pada kata “who” di papan tulis. Setelah mendengarkan dan mengucapkan bersama-sama, wajah penasaran mereka tak nampak lagi.

 

 

Ternyata aku

Luar biasa aku 2 minggu ini, labil dan bahkan ekstra labil . Awal yang kurang baik untuk aku dan pekerjaan baruku di sd. Mungkin ini salah satu bentuk proses adaptasiku. Aku terlalu keras dengan banyaknya kekurangan disana sini, aku belum sadar ternyata itulah tugasku. Bukan sekedar masuk kelas, mengajar mereka supaya pandai. Lebih dari itu aku harus bisa memposisikan diri dengan kondisi tempat kerjaku dengan orang2 di dalamnya. Dan dengan tetap fokus untuk bisa memberi manfaat atas anugerah yang sudah diberi Allah kepada sesama. Sungguh aku terlalu manusiawi dan terlalu banyak salah terlalu kurang ilmu dan terlalu bukan apa-apa. Aku menulis disini karena aku meyAkini dengan menulis seperti inilah kesehatan jiwaku dan batinku stabil. Akhir-akhir ini aku terlalu frontal untuk mencak2 gak karuan. Seakan akan aku yang benar saja. Sampai pernah punya inisiatif untuk menyerah dan lepaskan semua. Aku lupa aku disana bukan karena aku hebat tapi karena Allah kasih kesempatan besar untukku untuk bisa berbagi dan untukku terus belajar ilmu Allah yang luas.

Wahai diri ini hanya tantangan kecil,kecil sekecil dirimu di dalam semesta alam ini. Wahai hati kendalikan rasa itu hati itu hanya titipan. Gunakan sebaik mungkin untuk kebaikan sebaik Dia yang memberikan. Wahai waktu titih aku untuk bertemu kata menyenangkan disana. Love everything in my live…. love for you  who will sending for me…. i am still waiting you. The best love for You who always keep the best love for me every time. Allah…

Lepaskan dan biar tak berasa

Ini lelahku

Yang tak tahu harus berbuat apa

tapi setidaknya semua memberi ajar, memapah diri, meniti hati untuk memahami arti hidup.

Tak bermaksud untuk berputus asa, atau berkeluh kesah. Meskipun tampaknya nyata. Tapi jangan ambil apapun dari manusia.

Lelah ini biar jadi cara bersabar

Bukan karena aku benar hanya saja ini tak berkata benar atau salah.

Aku lelah dan aku pilih bersabar dengan diamku. Aku yakin semua akan berakhir jika tak sekarang kematian jadi caranya.

Ya Allah aku tak tahu apa yang terbaik untukku. Aku hamba yang lemah, yang hati ini penuh benalu pengisap. Kini hatiku kebas tak berasa. Semua yang aku pikirkan bisa jadi cara yang baik tak bisa baik pada nyatanya. Harapan besarku salah. Semua sudah jelas dan kini aku lepaskan.

Aku pasrahkan semua padamu Ya Allah, ampunan-Mu sebuah harapan terbesarku, bimbing hamba untuk terus bertobat pada-Mu. Hanya pada-Mu aku meminta  dan meminta pertolongan.

Ini lelahku

Aku lepaskan dan biar tak berasa

Biar hati itu terisolir

Tersimpan rapi di sisi-Mu

Itu milik-Mu Ya Allah